UD Truck Quester Terjual 180 Unit

393
SIMBOLIS : Kepala Cabang PT Astra International Tbk-UD Truck Semarang Wisnu Wibowo (kiri) menyerahkan kunci kepada Dirut PT Surya Karya Setiabudi (SKS) Yogyakarta Muhammad Lutfi Setiabudi, Kamis (3/5). (Ahsan fauzi/radar kedu)
SIMBOLIS : Kepala Cabang PT Astra International Tbk-UD Truck Semarang Wisnu Wibowo (kiri) menyerahkan kunci kepada Dirut PT Surya Karya Setiabudi (SKS) Yogyakarta Muhammad Lutfi Setiabudi, Kamis (3/5). (Ahsan fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, JOGJAKARTA – UD Truck Quester belakangan ini makin diminati oleh konsumen, terutama para pengusaha di bidang konstruksi. Sepanjang 2017, sebanyak 180 unit UD Truck Quester dari berbagai tipe terjual di wilayah Jateng-DIY.

“Target kami tahun ini (2018) bisa terjual 220 unit,” ucap Kepala Cabang PT Astra International Tbk-UD Truck Semarang, Wisnu Wibowo usai penyerahan kunci UD Truck Quester ke PT Surya Karya Setiabudi (SKS) di Wates Jogjakarta, Kamis (3/5).

Wisnu menuturkan, dari 180 unit yang terjual sepanjang tahun 2017 tersebut, separonya terjual di Kota Semarang. Selebihnya tersebar di kota dan kabupaten di wilayah Jateng-DIJ. “Penjualan secara nasional, Jateng-DIJ menyumbang 15 persen, menduduki peringkat ketiga di bawah Jawa Timur (Jatim) dan DKI,” ungkapnya.

PT SKS Jogjakarta pada kesempatan ini mengambil 20 unit truk. Sebanyak 10 truk sudah diserahkan beberapa waktu lalu dan sisanya pada hari kemarin.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT SKS Jogjakarta, Muhammad Lutfi Setiabudi mengaku memilih UD Truck Quester bukan tanpa alasan. Menurut dia, mesin UD Truck Quester tangguh, hasil produksinya bagus, BBM irit, juga dilengkapi GPS, sehingga pengemudi bisa terpantau. “Sejauh ini, hampir setahun saya menggunakan UD Truck Quester, belum ada kendala berarti, seperti kerusakan mesin atau onderdil,” akunya.

Lutfi melanjutkan, mesin bekerja dengan cepat dan optimal sangat membantu dalam pelaksanaan proyek pembangunan. “Alat yang bagus sangat menunjang produktivitas. Namun sebaliknya, alat yang kurang bagus akan mengganggu kerja kita,” ungkapnya. (san/sct/ton)