Aplikasi Belajar IPA Terapan dengan Program Sekolah Adiwiyata

529
Oleh : Widayanti S Pd *)
Oleh : Widayanti S Pd *)

RADARSEMARANG.COM – SMK Negeri Jumantono merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan negeri di Kabupaten Karanganyar, yang terletak di Desa Jurug Blorong Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. SMK ini telah menerapkan kurikulum 2013 dalam kegiatan belajar mengajar tahun pelajaran 2017/2018. Salah satu mata pelajaran yang diajarkan adalah mata pelajaran IPA Terapan, yakni ilmu pengetahuan alam dalam lingkungan. Dengan harapan memiliki lulusan yang dapat bekerja dengan tetap peduli pada lingkungan sekitar sehingga turut menjaga kelestariannya. Adapun kompetensi yang diajarkan yang berkaitan dengan lingkungan hidup meliputi limbah dan penanganan limbah, polusi dan pencegahan polusi, dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal).

Berkaitan dengan hal itu, maka tahun 2016, SMK Negeri Jumantono merilis program sekolah Adiwiyata. Sekolah adiwiyata adalah sekolah yang peduli lingkungan sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Dengan adanya program adiwiyata, diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah agar dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh kita. Selain itu, sekolah adiwiyata bertujuan membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan  bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.

Prinsip-prinsip dasar program Adiwiyata di SMK Negeri Jumantono sama dengan sekolah lain yaitu partisipatif dan berkelanjutan. Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran. Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif. Dengan adanya program Adiwiyata ini, diharapkan siswa dapat menerapkan pengetahuan yang ada dalam mapel IPA dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan menggunakan prinsip 5R dalam penanganan limbah (sampah) di sekitar lingkungan sekolah. Prinsip 5R sendiri berasal dari 5 kata dalam bahasa Inggris yaitu Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), Recycle (Mendaur Ulang), Replace (Menggunakan kembali) dan Replant (Menanam Kembali). Kegiatan awal yang sudah dilakukan salah satunya dengan memisahkan sampah, antar sampah organik dan anorganik, dan sampah yang bisa didaur ulang (Recycling).

Reduce atau pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contoh menggunakan alat-alat sekolah yang tahan lama dan berkualitas sehingga memperpanjang masa pakai produk atau mengisi ulang atau refill produk yang dipakai seperti aqua galon, tinta printer serta bahan rumah tangga seperti deterjen, sabun pembersih dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi bertumpuknya sampah wadah di lingkungan sekolah. Recycle atau mendaur ulang adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Pada prinsipnya, kegiatan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya memanfaatkan compact disk (CD) yang rusak dan gelas minuman kemasan untuk dibuat produk kerajinan yang dimanfaatkan untuk memperindah taman sekolah dan menggunakan botol minuman bekas untuk menanam bunga gantung yang sedap dipandang mata.

Replace atau Penggantian adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alernatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat produksi sampah. Contohnya mengubah dan menggunakan kontong plastik atau kertas belanjaan dengan membawa tas belanja sendiri yang terbuat dari kain. Replant atau penanaman kembali adalah kegiatan melakukan penanaman kembali. Contohnya melakukan kegiatan kreatif seperti membuat pupuk kompos dan berkebun di pekarangan sekolah dengan menanam pohon mangga, rambutan, sirsak, kelengkeng, pisang , jambu biji, rambutan dan pohon buah lainnya. Selain itu, dengan membuat taman sekolah menjadi lebih asri akan mengurangi kontribusi atas pemanasan global (global warming), dengan kerjasama seluruh stakeholder sekolah. Dengan menerapkan konsep 5R, kita dapat ikut serta dalam melestarikan dan memelihara lingkungan agar tidak rusak atau tercemar.

Dengan adanya program sekolah Adiwiyata di SMK Negeri Jumantono, diharapkan seluruh stakeholder sekolah menjadi lebih nyaman di sekolah. Dengan semboyan SMK Negeri Jumantono Siap Maju, siap dalam menghantarkan siswa-siswinya menuju kesuksesan dalam persaingan dunia usaha dan industri pasar global. (*)

*) Guru Mapel IPA Terapan SMK Negeri Jumantono Kabupaten Karanganyar