Filtun Dorong Imajinasi Anak Menulis Cerita

359
Oleh: Eko Nurpriyanti MPd
Oleh: Eko Nurpriyanti MPd

RADARSEMARANG.COM РFILM Kartun (Filtun) sangat disukai anak-anak karena mengandung hiburan dalam bentuk gambar lucu dan menarik. Filtun merupakan salah satu karya fantasi yang  identik dengan imajinasi. Dalam filtun banyak imajinasi yang muncul jadi bisa menjadi stimulus atau merangsang kreativitas bagi anak. Bahkan anak-anak yang sering melihat film kartun akan memiliki imajinasi lebih tinggi dibanding anak yang tak pernah melihat. Anak-anak juga memiliki tokoh idola dalam filtun tertentu, sehingga sikap dan tingkah laku mereka secara tidak langsung akan meniru gaya tokoh idolanya, contohnya: filtun Dragon Ball. Setelah melihat filtun tersebut mereka pasti akan mempraktikkan gaya tokoh dalam filtun (Goku) dalam berperang melawan kejahatan, meniru tokoh tersebut dalam menggunakan senjata. Nah, hal tersebut merupakan salah satu hasil imajinasi dari filtun, hanya saja tidak mereka ungkapkan dalam bentuk tertulis.

Imajinasi anak biasanya belum terlatih karena sejak kecil mereka tidak diajarkan hal tersebut. Yang diajarkan hanya membaca dan berhitung. Padahal imajinasi sangat dibutuhkan dan bisa merangsang kreativitas anak. Tentunya imajinasi yang diharapkan adalah kemampuan untuk menciptakan bentuk atau gambaran dalam pikiran, bukan kegiatan mengkhayal tanpa tujuan.

Anak-anak sendiri sebenarnya memiliki imajinasi yang tinggi, tapi mereka kurang berani atau bahkan tidak berani dan takut mengutarakan imajinasinya dalam bentuk tulisan. Kadang mereka juga tidak percaya diri, untuk itu mereka harus dilatih dan dibiasakan berani untuk menuliskan ide imajinasinya.

Sebenarnya anak-anak sudah sering mengungkapkan imajinasinya lewat aksi maupun lewat bercerita dengan teman dekat ataupun teman sebayanya. Maka dari itu guru tinggal menyulutkan keberanian anak-anak dalam menuangkan idenya berupa daya imajinasi berbentuk tulisan atau karya nyata. Lebih tepatnya diungkapkan dalam cerita fantasi.

Hal ini mengacu pada salah satu materi mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII kurikulum 2013 adalah teks cerita fantasi. KI 4 adalah keterampilan yang mengharuskan anak terampil dalam menulis teks cerita fantasi.

Langkah yang pertama: anak dilihatkan film kartun yang memiliki nilai moral yang mendidik dan positif, langkah kedua: anak disuruh untuk mengingat satu adegan yang dianggap menarik lalu dituangkan dalam bentuk tulisan. Berikutnya anak dipandu untuk mengembangkan cerita tersebut sesuai dengan imajinasi mereka. Tokoh boleh diubah sesuai imajinasi mereka. Adegan dalam film kartun hanya sebagai perangsang saja saat anak hendak mulai menulis cerita karena biasanya mereka  bingung membuat awalan ceritanya. Cerita fantasi yang dibuat bisa berupa fantasi irisan ataupun fantasi total. Bergantung dari kemampuan masing-masing anak, yang terpenting mereka mau untuk mengawali menulis hasil imajinasinya. Biarkan anak berselancar dengan imajinasi yang mereka miliki untuk menghasilkan karya yang besar. Jika anak bisa menciptakan suatu karya, bukan hanya anaknya yang bangga. Kita sebagai pendidik juga akan bangga dengan prestasi mereka. Selamat berkarya!! (tj3/2/aro)

Guru SMP Negeri 12 Semarang