Program Keahlian Ganda Atasi Kekurangan Jam Mengajar

865
Oleh: Murdinah, S.Pd
Oleh: Murdinah, S.Pd

RADARSEMARANG.COM – JUMLAH jam mengajar wajib bagi guru adalah 24 jam selama 1 minggu. Adanya perubahan spektrum kurikulum terbaru sekarang ini, menyebabkan beberapa guru memiliki jam mengajar berlebih. Ini terjadi pada guru mata pelajaran produktif. Di sisi lain, banyak guru yang kekurangan jam mengajar. Utamanya, guru-guru mata pelajaran adaptif dan normatif.

Apa itu guru normatif, adaptif, dan produktif? Guru normatif dan adaptif adalah guru yang mengampu mata pelajaran bukan keahlian atau jurusan. Seperti Pendidikan Agama, PPKn, Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan, Bahasa Indonesia,Bahasa Inggris, Sejarah, Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, Bahasa Inggris dan lainnya.

Sedangkan guru produktif adalah guru yang mengajar mata pelajaran keahlian atau jurusan. Contohnya : Dasar-Dasar Kesehatan Ternak, Produksi Pakan Alami dan Buatan, Agribisnis Perbenihan dan Kultur Jaringan Tanaman, Dasar Pengendalian dan Mutu Hasil Pertanian dan Perikanan. Ini merupakan mata pelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan.

Pemerintah telah mencanangkan program revitalisasi SMK. Untuk mendukung program pemerintah di bidang revitalisasi pendidikan kejuruan melalui SMK, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampikan kompetensi keahlian bagi guru normatif, adaptif, dan produktif yang berlebih. Yakni, melalui program pelatihan sertifikasi pendidik dan sertifikasi keahlian (keahlian ganda). Harapannya, program keahlian ganda dapat mengurangi kesenjangan tersebut.

Kegiatan yang harus ditempuh oleh peserta program keahlian ganda, antara lain, pembekalan selama 5 hari yang berisi penyampaian program keahlian ganda. Kegiatan selanjutnya, ON 1 selama 3 bulan belajar mandiri, mempelajari 3 modul pedagogis dan professional. Seluruh tugas diunggah ke website keahlian ganda. Kegiatan berikutnya adalah IN 1. Kegiatan ini berupa diklat tatap muka selama 2 bulan di pusat belajar yang ditunjuk. Dalam setiap tahap kegiatan ujian akhir, dilakukan secara tertulis maupun online. Kegiatan pada IN 1 meliputi pembelajaran teori dan praktik, menyelesaikan 4 modul pedagogis dan professional. Juga terdapat kegiatan Kunjungan Industri sebanyak 2 kali.

Setelah IN 1 selesai, berikutnya ON 2 selama 3 bulan. Pada kegiaan ON 2, peserta harus melaksanakan praktik mengajar di sekolah magang, setara dengan 99 jam pelajaran. Selain praktik mengajar di sekolah magang, peserta juga harus melakukan praktik kerja industri orientasi ke Dunia Usaha / Dunia Industri setara dengan 66 jam pelajaran. Serta, wajib mempelajari 2 modul pedagogis dan profesional.

Kegiatan diklat keahlian ganda tahap 1 yang terahir adalah IN 2 selama 1 bulan di pusat belajar. Tahap IN 2 meliputi kegiatan pembelajaran teori dan praktik 1 modul pedagogis dan profesional oleh instruktur. Juga modul penguatan untuk bahan Uji Kompetensi Keahlian oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

Setelah peserta dinyatakan lulus program keahlian ganda dengan nilai akhir memenuhi syarat, peserta berhak mengikuti PLPG untuk mendapatkan sertifikat pendidik bidang studi keahlian ganda. Sertifikat yang diperoleh meliputi STTPL Keahlian Ganda, sertifikat Kompetensi dari BNSP, dan sertifikat pendidik bidang studi keahlian ganda. Sehingga berhak mengajar mata pelajaran produktif yang telah ditempuh pada saat pelatihan. Dengan demikian, kekurangan guru produktif dan kekurangan jam mengajar pada guru-guru adaptif ,normatif dapat teratasi. (*/isk)

Guru Kimia SMK N 1 Salam, Kab. Magelang