Mortir Berdaya Ledak Besar Ditemukan di BKT

241

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satuan Brimob Polda Jateng membenarkan temuan benda di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) Jalan Unta Raya, Pandean Lamper, Gayamsari, Semarang, Kamis (12/4) malam, merupakan peluru mortir yang masih aktif dan disebut memiliki hulu ledak cukup besar.

Komandan Gegana Polda Jateng Kompol Madqudori menuturkan, peluru mortir tersebut sementara ini masih dititipkan di Polsek Gayamsari. Selain masih aktif, lanjutnya, bobot dari peluru tersebut pun cukup berat.

Mortir  tersebut memiliki berat lebih dari 50 kg dengan diamater 20 cm dan panjang 40 cm. Menurutnya, dengan ukuran sebesar itu, ledakan yang dihasilkan peluru mortir tersebut akan cukup hebat.

“Maka dari itu, kami titipkan dulu di Polsek Gayamsari. Kami masih mencari lokasi yang aman untuk proses penghancuran peluru tersebut dengan metode disposal (penguraian),” ungkap Kompol Madqudori, Jumat (13/4).

Hasil dari temuan itu, Dori –sapaan akrabnya– menilai bahwa usia dari mortir tersebut cukup lama. Ia memprediksi, peluru mortir itu adalah sisa peninggalan zaman Belanda saat perang dunia kedua.

Dori mengakui, penemuan ini bukan kali pertama di Semarang. Sebelumnya juga sempat ditemukan peluru mortir kondisi aktif di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT). Bahkan sebanyak dua kali.

“Sebelumnya sudah dua kali menemukan benda serupa di sekitar BKT. Ukuran dan bentuknya pun mirip. Bisa jadi sisa-sisa peluru mortir saat zaman dahulu disimpan di sana (BKT),” terangnya.

Kapolsek Gayamsari Kompol Wahyuni Sri Lestari membenarkan jika saat ini temuan peluru mortir dititipkan di Mapolsek Gayamsari sejak Kamis (12/4) malam lalu. Peluru tersebut dititipkan usai proses evakuasi oleh tim Gegana Polda Jateng.

“Tim Gegana Jibom mengevakuasi dan membawa peluru mortir itu ke Mapolsek Gayamsari pada Kamis (12/4 malam. Tim Gegana memeriksa peluru itu juga di mapolsek,” kata Kompol Wahyuni.

Proses pemeriksaan status peluru mortir tersebut berlangsung tidak lebih dari satu jam. Dalam hal ini, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan tim Gegana untuk proses penghancurannya. (tsa/aro)

Silakan beri komentar.