Proyek Percontohan Diintegrasikan Kurikulum

402
BERPOTENSI : Peternak beraktivitas di salah satu cluster sapi perah binaan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERPOTENSI : Peternak beraktivitas di salah satu cluster sapi perah binaan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah telah menerapkan berbagai proyek percontohan di sektor pertanian maupun peternakan guna menekan inflasi. Program tersebut menarik perhatian para dekan se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI). Mereka berencana mengintegrasikan program tersebut dalam kurikulum.

Sekjen AFEBI, Poppy Rufaidah mengungkapkan, program sosial Bank Indonesia ini sangat bermanfaat dalam menjaga inflasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, ke depan program-program ini dapat diarahkan ke tiap fakultas masing-masing Universitas sesuai dengan kebutuhan dan daya saingnya.

“Program ozonisasi untuk menjaga kesegaran sayuran lebih lama, misalnya. Beberapa dekan mengatakan butuh program tersebut di Manado, karena harga cabai menjelang Natal bisa melambung sangat tinggi,” ujarnya disela kunjungan ke kluster Sapi Perah yang terintegrasi dengan tanaman holtikultura binaan Bank Indonesia di Ngablak, baru-baru ini.

Lebih dari itu, program sosial ini juga diharapkan dapat diintegrasikan dalam kurikulum, kemudian mengajak mahasiswa dan dosen untuk melakukan penelitian bersama. “Program-program ini bisa masuk ke dalam mata kuliah, misal ekonomi kerakyatan, mata kuliah khusus yang praktiknya langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwi Saputra menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya bekerjasama dengan Undip mengembangkan cluster sapi perah terintegrasi dengan tanaman hortikultura. Salah satu didalamnya adalah ozonisasi guna menjaga kesegaran sayur lebih lama.

“Setelah cluster di Ngablak ini, 18 unit mesin ozon dari Undip telah kami sebarkan ke beberapa sentra lain. Diantaranya dua unit ke kelompok petani cabai di Blora, serta bawang putih ke Temanggung,” ujarnya.

Ke depan juga diusahakan bisa untuk sector perikanan serta beras. “Sejauh ini memang masih diutamakan untuk volatile food yang memberikan sumbangan terhadap inflasi cukup besar,” ujarnya. (dna/ric)

Silakan beri komentar.