Kaki Patah, Alam Tetap Ikuti UNBK

599
PANTANG MENYERAH: Alam Rustam Listianto, siswa SMA Muhammadiyah 4 Kendal saat mengikuti UNBK dalam kondisi kaki patah. (bawah) Alam saat ditandu oleh petugas PMI Kendal.  (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTANG MENYERAH: Alam Rustam Listianto, siswa SMA Muhammadiyah 4 Kendal saat mengikuti UNBK dalam kondisi kaki patah. (bawah) Alam saat ditandu oleh petugas PMI Kendal.  (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, KENDAL-Menderita patah kaki tak menghalangi Alam Rustam Listianto, 18, untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA di Kendal, Senin (9/4). Siswa SMA Muhammadiyah 4 Kendal ini tetap bersemangat mengerjakan soal UNBK hari pertama sekalipun harus ditandu saat berangkat dan pulang sekolah oleh petugas PMI Kendal.  Alam sendiri menderita patah kaki akibat mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor pada Februari lalu.

Ibunda Alam, Enny Listyorini, warga Desa Cepiring RT 1 RW 4  menceritakan, putranya mengalami kecelakaan pada Februari lalu ketika pulang sekolah. Saat itu, anaknya pulang sore hari, karena harus mengikuti tryout UNBK di sekolah. Saat pulang itu, motor yang dikendarainya menyerempet mobil akibat menghindari lubang jalan.

“Akhirnya dia jatuh. Beruntung tidak terjadi luka parah. Hanya kaki kanannya patah dan harus dioperasi. Karena kondisi kakinya belum bisa berjalan, maka selama berangkat dan pulang sekolah untuk mengikuti ujian harus ditandu,” katanya di sela menunggui anaknya melaksanakan UNBK, Senin (9/4).

Ia mengakui, semangat anaknya untuk lulus tahun ini sangat tinggi. Terbukti, meski dalam kondisi sakit, Rustam tetap meminta untuk berangkat sekolah melakanakan UNBK. “Ya, kami selaku orang tua berusaha untuk mencari jalan keluarnya dengan meminta bantuan ke PMI Kendal untuk mengantar dan menjemput Alam dari rumah ke sekolah,” jelasnya.

Enny mengatakan, karena tidak mengikuti pelajaran di sekolah, maka dalam mempersiapkan ujian, pihak guru meluangkan waktunya datang ke rumah untuk memberikan pelajaran kepada Alam. “Jadi, tidak masalah meski tidak berangkat sekolah lama karena sakit,” tandasnya,.

Pada waktu ujian sekolah, pihak sekolah datang ke rumah untuk memberikan soal ujiannya. “Kalau waktu ujian sekolah, pihak sekolah datang ke rumah, sehingga Alam bisa mengerjakan soal di rumah,” ujarnya.

Kepala SMA Muhammadiyah 4 Kendal, Slamet Purwanto, mengatakan, pihak sekolah telah berupaya memberikan pelayanan khusus kepada Alam. Hal itu karena kondisi siswa yang sakit. “Kami menyediakan kursi khusus dilengkapi dengan busa, dan satu kursi untuk sandaran kaki Alam yang sakit,” jelasnya.

Selain itu, selama persiapan ujian, pihak sekolah juga menugaskan kepada guru secara bergantian untuk memberikan pelajaran tambahan di rumahnya. “Jadi guru kesana sehari penuh memberikan pelajaran dan latihan soal,” katanya.

Sementara itu, sekolah yang menjalankan UNBK kemarin telah melakukan persiapan jauh-jauh hari. Kepala SMA Negeri 9 Semarang, Siswanto, mengaku, telah melakukan pengecekan secara mendetail terhadap komputer yang dimiliki sekolah. Ia juga menyiapkan teknisi listrik dan genset untuk berjaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

”Kepada anak-anak, kita juga sudah melakukan tryout sejak Desember. Tryout mandiri sebanyak 3 kali. Kemudian simulasi dari pemerintah kita juga ikuti dari awal. Sehingga hingga kini Alhamdulillah berjalan lancar,” harapnya.

Hari pertama pelaksanaan UNBK di SMAN 9 Semarang diikuti seluruh siswa. Jumlahnya ada 369 siswa dengan rincian 256 siswa IPA, dan 113 siswa IPS. Keseluruhan siswa terbagi dalam 4 ruang laboratorium  yang rata-rata setiap laboratorium terdapat 20-40 komputer. ”Karena memang ada laboratorium yang kecil, ada juga yang besar. Total keseluruhan ada 150 komputer yang ada di sekolah ini, termasuk cadangan,” bebernya.

Di SMA Negeri 4 Semarang, sebanyak 390 siswa (325 IPA dan 65 IPS) mengikuti UNBK di hari pertama dari total keseluruhan 393 siswa. Satu orang siswa meninggal dunia, dan 2 siswa tidak bisa mengikuti UNBK karena cuti. Di SMAN 4 Semarang terdapat 4 laboratorium dengan jumlah komputer sebanyak 139 buah ditambah 4 server dan satu cadangan.

UNBK hari pertama di SMA Negeri 13 Semarang sempat diwarnai rasa waswas. Pasalnya, sekitar pukul 06.00, listrik di kawasan Mijen padam, termasuk di SMAN 13 Semarang. “Tadi pagi sempat mati lampu, namun kami sudah mengantisipasinya dengan genset, agar kalau mati lampu lagi tidak mengganggu jalannya ujian,” kata Kepala SMAN 13 Semarang, Endah Diah Wardani .

Ia menjelaskan, pada hari pertama kemarin, pihak sekolah harus menghidupkan genset selama UNBK berlangsung, dari sesi pertama sampai ketiga. “Genset kami sewa selama UNBK dengan biaya Rp 1,5 juta per hari,” ujarnya.

Peserta UNBK di SMAN 13 sendiri berjumlah 269 siswa yang dibagi dalam tiga sesi. Secara keseluruhan, ia mengaku UNBK pada hari pertama yakni pelajaran Bahasa Indonesia berjalan lancar. “Semuanya lancar, Alhamdulillah. Genset tetap kami siagakan selama UNBK,” katanya.

Di SMA Negeri 11 Semarang, pelaksanaan UNBK juga berjalan tanpa kendala. Total ada 464 siswa peserta UNBK yang dibagi tiga sesi. Rinciannya, 156 siswa pada sesi pertama, 155 siswa pada sesi kedua, dan 153 siswa pada sesi ketiga. “Pelaksanaannya dibagi menjadi lima ruang laboratorium. Secara umum tidak ada kendala.  Jaringan internet lancar, dan tidak ada pemadaman listrik,” ujar Kepala SMAN 11 Semarang, Supriyanto. (bud/sga/den/aro)