Godok Strategi Tanggulangi Kemiskinan

199
DISKUSI – Forum diskusi dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Pekalongan, dengan menghadirkan para tokoh dan pakar Sabtu (7/4). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
DISKUSI – Forum diskusi dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Pekalongan, dengan menghadirkan para tokoh dan pakar Sabtu (7/4). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Upaya untuk menanggulangi kemiskinan terus dilakukan Kemarin diadakan diskusi tematik bertajuk Review Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah dalam Konteks Review RPJMD Kota Pekalongan 2016 – 2021”, di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, kemarin Sabtu (7/4).

Diskusi yang diadakan Kelompok Bangun Perkotaan (KBP) bekerja sama dengan Bappeda Kota Pekalongan ini untuk menggodok strategi menanggulangi kemiskinan.

“Kemiskinan itu dipengaruhi oleh empat faktor. Yaitu miskin karena nganggur, kesehatan, karena pendidikan, dan miskin karena faktor infrastruktur dasar yang belum terpenuhi,” ungkap koordinator KBP Kota Pekalongan Sudjaka Martana, saat menggelar diskusi tematik bertajuk “

Hadir dalam diskusi itu dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan, Dinas Pendidikan Dinas Perumahan dan Pemukiman, pengusaha, akademisi, serta LPM dan BKM.

Diskusi untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan bagi anggota KBP dalam upaya penanggulangan kemiskinan serta memberikan bekal pengetahuan dalam pemecahan masalah dan solusinya dalam penanggulangan kemiskinan.

Diskusi kali ini sekaligus sebagai review untuk RPJMD Kota Pekalongan tahun 2016 – 2021. Harapannya tiga tahun ke depan Kota Pekalongan lebih baik dalam menekan angka kemiskinan.

Sementara itu Asisten Pembangunan Sekda Sri Wahyuni mengatakan sasaran yang dituju dari diskusi tematik ini adalah untuk memperoleh masukan dari Kelompok Bangun Perkotaan Kota Pekalongan.

“Arah dari diskusi ini merupakan rekomendasi yang akan diberikan kepada Wali Kota Pekalongan dan akan ditindaklanjuti oleh OPD. Terutama ini untuk review strategi penanggulangan kemiskinan yang nanti akan disinkronkan dengan review RPJMD 2016-2021,” kata Sri Wahyuni.

Diskusi panel ini dibagi menjadi empat kelompok yang masing-masing mengangkat isu strategis di masyarakat. Yakni kelompok kemiskinan dan ketenagakerjaan, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, dan kelompok infrastruktur dasar. Masing-masing kelompok didampingi oleh koordinator dari Kotaku. (han/lis)