Motor Pelaku Teror Terlacak

Lewat CCTV di Lokasi Kejadian

357
CEK CCTV : Salah satu mobil warga Kampung Bogeman yang dipecah pada kaca bagian belakang. (IST)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Hingga kini, polisi masih belum bisa mengungkap pelaku teror penyerangan dan perusakan 8 mobil dan 1 pos kampling di Kampung Bogeman, Kelurahan Panjang Magelang Tengah Kota Magelang, Jumat (23/3) malam lalu. Polisi sudah berhasil mengidentifikasi sejumlah sepeda motor yang dikendarai para pelaku saat merusak dan meneror warga.

Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendalami kasus yang mengakibatkan kerugian material hingga puluhan juta itu. “Saya harap warga tetap tenang dan menjaga kondusivitas. Jangan sampai ada provokasi yang sengaja memanfaatkan kejadian ini. Percayakan penyelidikan kepolisian,” jelas Esti, Selasa (27/3).

Esti menegaskan, pengungkapan kasus tersebut tidak akan membutuhkan waktu lama. Terlebih, polisi sudah mengantongi rekaman CCTV dari warung fotokopi yang ada di tempat kejadian perkara (TKP). “Sepeda motor sebagian sudah teridentifikasi. Doakan saja semoga segera terungkap,” jelas Esti.

Sementara itu, salah satu warga dan pemilik mobil yang dirusak, Surwoko, 61, mengaku akan tetap menyerahkan pengusutan kasus ini kepada aparat kepolisian. Surwoko berharap, polisi dalam waktu dekat mampu mengungkap dan menangkap pelaku yang berjumlah sekitar 20 orang.

“Semoga pelaku cepat tertangkap karena aksi ini sudah sangat meresahkan warga Kampung Bogeman yang dari dulu memang tidak pernah terlibat aksi-aksi kekerasan seperti ini,” kata Surwoko.

Surwoko menceritakan, saat kejadian, ia masih tertidur di dalam rumah. Ia terbangun karena mendengar suara teriakan dari beberapa warga di jalan. “Saat sudah di depan rumah, saya lihat dua mobil saya sudah rusak. Yang satu, Xenia bernomor polisi AA 9205 LA dan Yaris bernomor polisi AA 9085 UH. Sekarang keduanya masih di bengkel,” tutur Surwoko.

Surwoko dan warga lain memang biasa memarkir mobil di tepi jalan. “Kalau kerugian total, saya prediksi Rp 9 juta. Karena kaca yang pecah harus mengganti, belum yang lain lagi,” jelas Surwoko.

Warga lainnya, Agus Darmanto, 53, menceritakan, saat itu ia tengah berjaga di pos ronda dan tiba-tiba ada seorang pembonceng motor turun dari kendaraannya. Paleku langsung mengayunkan parang ke arah badannya. “Saya terkena di bagian dada, tapi beruntung karena hanya luka lecet saja,” ungkapnya.

Setelah menyabetnya, para pelaku langsung merusak sepeda motor Yamaha Mio miliknya dengan cara ditendang hingga terbalik. Setelah itu, para pelaku bergerak ke arah utara dan merusak kendaraan roda empat yang ada di sepanjang Jalan Raya Bogeman.

“Mobil yang dirusak hanya di sebelah kanan jalan saja menggunakan parang. Jadi kalau parkirnya menghadap ke selatan yang rusak bagian depan, sebaliknya yang menghadap ke utara pasti yang rusak bagian belakangnya,” imbuh Agus. (had/ton)