Kiai NU Dibacok di Depan Rumah

348

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – KH Ahmad Zaenuri, takmir Masjid Desa Truko sekaligus Ketua Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Truko dan anaknya, Agus Nurus Sakban, warga Desa Truk, Kecamatan Kangkung menjadi korban pembacokan oleh pria yang diketahui bernama Suyatno, warga Desa Johorejo RT  1  RW 1 Kecamatan Gemuh Kendal.  Kedua korban sempat melawan, hingga mengalami luka serius di tangan dan kepala. Belum diketahui motif pembacokan kiai dan anaknya ini. Sebab, hingga kemarin pelaku belum bisa dimintai keterangan lantaran mengalami luka serius akibat dihajar massa.

Menurut Ulfa, istri Agus, pembacokan itu terjadi di depan rumahnya. Saat itu, mertuanya, KH Ahmad Zeenuri, dan suaminya, Agus, hendak mengeluarkan mobil dari garasi. Tiba-tiba pelaku datang dan menyerang suaminya.

“Baru saja mobil keluar dari garasi, pelaku datang menghampiri dan langsung membacok suami saya dengan parang. Suami saya sempat melawan, namun pelaku membabi buta. Lalu teriak dan ayah saya keluar rumah mencoba membantu suami saya,” ceritanya.

Pelaku yang sebelumnya belum dikenali, kemudian berbalik menyerang Ahmad Zaenuri hingga luka parah. Korban lalu berteriak minta tolong. Warga yang melihat kejadian, beramai-ramai menangkap pelaku. Setelah tertangkap, pelaku dihajar hingga babak belur.

Luka parah dialami kedua korban, sehingga dilarikan ke RSI Weleri Kendal untuk mendapatkan perawatan. Namun karena luka cukup parah, kedua korban dirujuk ke RSUD dr Kendal. Namun dari RSUD Kendal korban dirujuk ke RSUD Tugurejo Semarang.

Polisi masih memeriksa pelaku untuk mengetahui motif pelaku membacok kedua korban.

Tetangga korban, Muhlisin, mengaku melihat kejadian tersebut. Tapi ia tidak berani memberikan bantuan, lantaran pelaku seperti orang kalap. “Saya melihat pak kiai dan anaknya dibacok, saya takut dan teriak minta tolong warga hingga banyak warga yang datang dan mengeroyok pelaku,” ujar Muhlisin.

Kondisi pelaku tidak sadarkan diri setelah dimassa. Pukulan dan tendangan masih mendarat di tubuh pelaku, meskipun sudah tidak sadarkan diri. Beberapa aparat TNI ikut mengamankan pelaku yang hendak dibakar massa.

Aparat Polsek Kangkung yang datang langsung mengamankan lokasi dan mengevakuasi pelaku ke rumah sakit agar bisa dimintai keterangan. Kerumunan warga yang akan menyaksikan pelaku dimassa sempat menyababkan kemacetan arus lalulintas jalur pantura Truko.

Kapolres Kendal AKBP Adi Wijaya mengatakan, dirinya sudah memeriksa beberapa saksi. Hasil sementara, kejadian ini murni penganiyaan. “Jadi, tidak ada motif dendam karena antara pelaku dan korban juga tidak saling mengenal,” katanya.

Selain itu, tidak ada unsur SARA. Dugaan sementara ini, pelaku adalah orang gila. “Kami mohon kasus ini tidak dibawa ke ranah lain. Hanya saja, korban adalah seorang ulama dan tokoh NU di desa setempat. Kami akan melakukan tes kejiwaan kepada pelaku,” tandasnya.

Silakan beri komentar.