Cara Kreatif IBI Edukasi Masyarakat

410
PESAN SOSIAL : Beberapa bidan memerankan wayang orang dengan lakon Lahirnya Gatotkaca. Dalam alur cerita juga diselipkan pesan mengenai kesehatan ibu dan bayi. (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)
PESAN SOSIAL : Beberapa bidan memerankan wayang orang dengan lakon Lahirnya Gatotkaca. Dalam alur cerita juga diselipkan pesan mengenai kesehatan ibu dan bayi. (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Banyak cara dilakukan dalam mengedukasi masyarakat salahsatunya yang dilakukan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Semarang dengan menampilkan Wayang Humor dalam pementasan di Ormas Expo di DP Mall, Semarang, kemarin. Pementasan dengan mengambil lakon Lahirnya Gatotkaca tersebut mendapatkan antusias dari pengunjung mall.

Dalam wayang orang tersebut menceritakan bahwa Dewi Arimbi yang sedang mengandung tetapi tidak diperhatikan oleh suaminya Werkudoro. Sehingga membuat Arimbi menjadi uring-uringan bahkan pembantunya, Petruk dan Gareng menjadi sasaran kemarahan Arimbi.

Ketua IBI Semarang, Nawangsih SsiT MH mengatakan, penampilan wayang orang ini sebagai bentuk edukasi dari anggota IBI kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan. Harapannya, penyampaian pesan melalui seni ini, masyarakat lebih tertarik dan memahami informasi kesehatan dari para bidan.  “Kalau penyampaiannya monoton maka masyarakat menjadi bosan tetapi kalau penyampaiannya melalui kesenian wayang orang maka orang akan menonton karena sesuai dengan adat ketimuran,” tegasnya.

Dalam penampilan wayang orang tersebut juga terdapat edukasi bagaimana memijat bayi yang benar, kemudian bagaimana melakukan senam ibu hamil, serta mengkampanyekan kebersihan tangan.

“Kami selipkan edukasi kepada masyarakat sehingga materi yang disampaikan dengan mudah dapat diterima oleh masyarakat,” katanya. (hid-sct/zal)