PSIS Pecat Subangkit

Hasil Laga Pramusim Jeblok

563
Subangkit (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Subangkit (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kabar mengejutkan datang dari tim PSIS Semarang. Manajemen tim berjuluk Mahesa Jenar memutuskan untuk mengakhiri kontrak head coach Subangkit di tengah persiapan mereka bertarung di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia, Liga 1 musim 2018.

Pemecatan pelatih asal Pasuruan itu dibilang cukup mengejutkan. Pasalnya, Haudi Abdillah dkk akan melakoni laga perdana Liga 1 pada 25 Maret 2018 mendatang atau hanya tersisa waktu kurang dari dua pekan.

“Memang ini keputusan yang sulit bagi kami, karena sebentar lagi kompetisi akan mulai. Namun kami berpikir kalau tidak sekarang ya kapan lagi. Kami butuh penyegaran, kami butuh pemikir baru yang bisa mengubah karakter tim untuk memainkan sepakbola lebih modern,” kata CEO PT Mahesa Jenar Semarang (MJS), AS Sukawijaya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu menambahkan, keputusan mengakhiri kontrak Subangkit murni karena alasan teknis. Mahesa Jenar jeblok di laga pramusim, termasuk ketika turun di dua turnamen, yakni Piala Presiden dan Piala Gubernur Kaltim. Dari 14 kali laga pramusim yang telah dilakoni, PSIS menelan 7 kali kalah dan 7 kali menang.

Di ajang Piala Presiden 2018, Haudi Abdillah dkk hanya berhasil sekali menang melawan Persela Lamongan (1-0). Dan mengalami dua kali kekalahan, yakni versus Arema FC (3-1) dan Bhayangkara FC (1-0).

Kemudian di ajang Piala Gubernur Kaltim, Mahesa Jenar juga menelan dua kali kekalahan, yakni versus Borneo FC (2-1) dan Mitra Kukar FC (3-1) dan sekali menang lawan Arema FC (6-5), itupun melalui babak adu penalti.

“Evaluasi teknis kami lakukan secara keseluruhan, baik itu hasil pertandingan maupun penilaian dalam program latihan. Tapi, kami tentunya cukup berterima kasih kepada Pak Subangkit, karena beliau berhasil membawa PSIS lolos ke Liga 1. Namun memang kami harus berbenah agar bisa masuk 10 besar di Liga 1 besok,” sambung Subangkit.

Selain mengganti pos head coach, PSIS juga akan mendatangkan asisten pelatih baru, yakni asisten pelatih teknis dan pelatih kiper. “Di pos Direktur Teknik juga akan ada orang baru, karena harus memiliki lisensi A AFC. Untuk asisten yang saat ini sudah ada, mereka tetap menjadi bagian PSIS, hanya akan ada rotasi saja,” lanjutnya.

Sementara itu, Subangkit mengaku cukup terkejut dengan keputusan manajemen. Menurutnya, keputusan memutus kontrak hanya kurang dari dua pekan sebelum kompetisi cukup menyulitkan dirinya. “Keputusan manajemen cukup mendadak. Harusnya jauh hari sebelum kompetisi, jadi saya memiliki banyak waktu untuk komunikasi dengan tim baru,” katanya.

Subangkit menambahkan, manajemen memutuskan kontraknya setelah melakukan evaluasi besar-besaran dalam sepekan ini. ”Alasan utama yang disampaikan karena ingin penyegaran. Tapi tidak masalah, mungkin harus seperti ini jalannya. Dan itu risiko yang harus dihadapi pelatih sepakbola. Saya bisa menerima,” beber Subangkit.

Silakan beri komentar.