Maju ke Tingkat Nasional Berkat Tim yang Solid

677
SESUAIKAN DIRI : Krisseptiana Hendrar Prihadi yang sebelumnya bekerja di perbankan, kini harus menyesuaikan diri dengan tugas mendampingi suami dan berbagai jabatan yang melekat sebagai istri Wali Kota Semarang. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
SESUAIKAN DIRI : Krisseptiana Hendrar Prihadi yang sebelumnya bekerja di perbankan, kini harus menyesuaikan diri dengan tugas mendampingi suami dan berbagai jabatan yang melekat sebagai istri Wali Kota Semarang. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM – Tim Penggerak PKK Kota Semarang dalam waktu dekat akan maju dalam penilaian nasional. Dibawah kepemimpinan Tia, berbagai inovasi, kreativitas dan program kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat berbuah manis.

Salah satunya adalah pada tahun 2017, dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG PKK) ke-45 tingkat nasional dan Jambore Nasional Kader PKK. TP PKK Kota Semarang yang dalam hal ini diwakili Kelurahan Pindrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah meraih Pakarti Utama I Tingkat Nasional kategori Pelaksana Terbaik Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK untuk kategori Kota.

Tia menuturkan, memimpin PKK Kota Semarang memiliki kesan tersendiri. Ia mengaku senang ketika dapat bertemu dengang masyarakat secara langsung dan menampung aspirasi dari mereka. “Karena bagaimanapun, saya ini kan kepanjangan tangan dari Pak Wali. Saya yang menampung dan menyampaikan. Beruntung saya punya tim yang solid. Jadi bisa berbagi tugas sesuai dengan tupoksinya,” kata dia.

DORONG PERAN UMKM : Tia Hendi berfoto bersama para pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
DORONG PERAN UMKM : Tia Hendi berfoto bersama para pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

Disinggung terkait permasalahan Kota Semarang, Tia mengaku satuan yang dipimpinnya tidak memiliki satu fokus saja. PKK sudah pasti memiliki Kelompok Kerja (Pokja) masing-masing bidang. Tia pun tidak banyak mengubahnya. Dengan rendah hati ia mengatakan hanya menjalankan kegiatan yang sudah ada. “Dari (Ketua) sebelumnya sudah bagus dan baik, saya tinggal menyesuaikan. Kalau ada ide baru saya terapkan. Intinya meneruskan yang sudah baik,” imbuhnya.

Ditanya peran PKK Kota Semarang dalam perlindungan perempuan dan anak, Tia mengatakan jika persoalan tersebut tentunya dihadapi bersama dengan Pokjanya. Terkait beberapa kasus kriminalitas di Kota Semarang yang pelakunya masih dibawah umur, Tia menegaskan hal itu juga menjadi salah satu perhatiannya.

“Itu dalam Pokja ada namanya Pola Asuh Anak Remaja. Kaitannya dengan kenapa sih kok remaja bisa sampai brutal dan kebablasan, itu juga erat hubungannya dengan ketahanan dalam keluarga,” jelasnya.

Ketahanan dalam keluarga yang dimaksud adalah pemberian kasih sayang kepada anak dan komunikasi yang dijaga dengan baik yang diintensifkan melalui pola asuh anak. Menurutnya, PKK Kota Semarang juga rutin menggelar sosialisasi.

“Dalam hal ini, bukan hanya ibu saja. Saya selalu tegaskan bahwa peran bapak juga penting. Kenakalan yang dilakukan oleh remaja mungkin dipengaruhi oleh kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya,” tutur dia.

Tia menegaskan, peran seorang laki-laki, khususnya sebagai bapak sangat penting. Terlepas lembaga yang dipimpinnya memang digerakkan oleh perempuan. Tia berharap kepada setiap orangtua jangan saling menunggu dalam hal mengurus anak.

Bagi dia, lebih baik saling mendekatkan diri kepada anak daripada saling menunggu. Hal ini pun diterapkannya dengan selalu mengingatkan suaminya agar selalu meluangkan waktu untuk anak.

“Karena hal-hal simpel untuk anak itu juga berdampak. Intinya adalah sukarela, harus menyempatkan waktu untuk anak. Misalnya dengan sekali waktu menanyakan kabar saat berjauhan dan ajaklah mengobrol saat dirumah,” tutupnya. (afiati tsalitsati/ric)