Mengenang Kehebatan Masa Lalu di Museum-Museum Kabupaten Magelang

Pesona Magelang

907
PUSAT BELAJAR : Museum Vulkanologi di Ketep Pass menjadi salah satu tempat belajar mengenai kegunungapian di Kabupaten Magelang. Museum ini menyimpan berbagai koleksi tentang Gunung Merapi. (ISTIMEWA)
PUSAT BELAJAR : Museum Vulkanologi di Ketep Pass menjadi salah satu tempat belajar mengenai kegunungapian di Kabupaten Magelang. Museum ini menyimpan berbagai koleksi tentang Gunung Merapi. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM – KABUPATEN Magelang tidak hanya memiliki Candi Borobudur dan berbagai destinasi wisata, namun juga menyimpan sejarah-sejarah yang luar biasa terkait peradaban di masa lalu. Saksi peradaban dan kehebatan masa lalu itu bisa dilihat dari berbagai museum yang ada di Kabupaten Magelang. Mulai dari Museum Samudra Raksa Borobudur hingga museum maestro seni rupa H Widayat.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso menyebutkan, di wilayahnya terdapat sedikitnya 6 museum besar. Dua di kompleks taman wisata Borobudur yakni Museum Samudra Raksa dan Museum Karmawibangga. Kemudian, Museum Wayang di Pondok Tingal Borobudur dan Museum H Widayat di Kecamatan Mungkid, Museum Misi di Muntilan dan Museum Vulkanolgi di Badan Pengelola Objek Wisata (BPOW) Ketep Pass.

Museum-museum ini mengoleksi benda-benda sejarah yang merupakan peninggalan masa lalu. Masyarakat dan wisatawan bisa belajar sembari berwisata di tempat yang menyimpan benda-benda sejarah itu. “Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga mengajak masyarakat tidak hanya menikmati destinasi wisata di Kabupaten Magelang saja tapi juga museum-museum yang menyimpan sejarah,” papar dia.

Museum Seni Rupa H Widayat berdiri di atas areal tanah seluas 7.000 meter persegi, terletak di jalur wisata candi Mendut dan candi Borobudur. Kira-kira dua kilometer sebelum memasuki area Candi Borobudur. Ada ribuan karya H Widayat dari berbagai media di museum tersebut. Mulai dari lukisan, sketsa, patung dan benda-benda antik lainnya karya sang maestro.

Museum Wayang Pondok Tingal menjadi satu bagian dari beberapa bangunan kompleks Pondok Tingal yang dirintis pembangunannya oleh mantan Menteri Penerangan (1968-1973) almarhum R Boediardjo. Koleksi wayang di museum seluas sekitar 1.500 meter persegi itu sebanyak 12 kotak yang masing-masing berukuran cukup besar. Wayang terbuat dari kulit, kayu, bambu dan batu. Beberapa lainnya berupa lukisan kaca tentang tokoh dunia pewayangan serta topeng kayu, dan seperangkat gamelan baik slendro maupun pelog. Selain itu, sedikitnya 694 judul buku tentang wayang dengan berbagai bahasa, 83 kaset rekaman wayang sejak 1971 hingga 1994, dan 59 kaset video rekaman pergelaran wayang sejak 1980 hingga 1990.