Temuan Prasasti Masih Dikaji

339

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pihak Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang masih melakukan pengkajian terhadap temuan prasasti di Gunung Ungaran.

Pamong Budaya Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Tri Subekso mengungkapkan jika penulisan angka pembuatan yang tertera di prasasti masih belum begitu terlihat. ”Diduga memuat angka 1373 Saka atau 1451 Masehi yang masih akan dilakukan penelitian lebih lanjut,” kata Tri Subekso, Senin (26/2).

Lebih lanjut ia mengatakan jika penemuan prasasti itu berawal dari informasi pensiunan TNI AD, Suwartono yang sering berkunjung menuju Sendang Promasan, Limbangan, Kendal. “Posisi prasasti ada di atas permukaan tanah dan agaknya beberapa orang sudah mengetahui keberadaan prasasti tersebut, tapi mungkin tidak menyangka pentingnya tulisan pada batu tersebut,” katanya.

Menurutnya, temuan tersebut setidaknya akan membuka masa sejarah klasik di Pegunungan Ungaran. Dimana selama ini data dari masa sejarah tersebut sulit ditemukan karena karena kurangnya data-data tertulis.

Posisi ditemukannya prasasti tersebut, memang sulit untuk diakses oleh warga. Pasalnya, lanjutnya, untuk sampai di lokasi, harus melewati perkebunan Teh Medini yang masuk wilayah Limbangan, Kendal.

“Awalnya, kami harus membuka jalan dan membersihkan semak-semak. Di sekitar lokasi situs terdapat tugu perbatasan yang menjadi pembatas wilayah antara Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal,” ujarnya.

Adapun jarak antara tugu perbatasan dengan titik situs hanya berjarak sekira 20 meter. Dimana situs tersebut masuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Semarang. dikatakannya, saat ditemukan, prasasti tertulis di bebatuan berbentuk oval.

“Inskripsi tersebut diduga memuat angka 1373 Saka atau 1451 Masehi. Tentu saja masih butuh kajian lebih lanjut untuk lebih memastikan. Satu sisi batuan juga kami bersihkan dan didokumentasikan, namun agak kesulitan karena tulisan sudah terlalu aus,” ujarnya.

Selama ini, lanjutnya, kajian sejarah yang menggunakan data-data arkeologi di pantai utara Jawa, terutama yang berasal dari Pegunungan Ungaran masih kurang. Dimana data arkeologi berupa reruntuhan candi cukup banyak, namun keberadaannya kurang ditunjang dengan temuan prasasti.

“Sejauh ini, lingkup Ungaran sendiri hanya memiliki 2 buah prasasti, yaitu Prasasti Tuntang berupa batu, tahun 685 Saka atau 763 Masehi dan Prasasti Bulai C berupa lempengan logam, tahun 782 Saka atau 860 Masehi,” tuturnya.

Selain itu, ada juga beberapa prasasti lain di luar tidak jauh dari Ungaran yang bisa membantu penulisan sejarah kuna seperti Prasasti Plumpungan Salatiga tertuliskan 672 Saka atau 750 Masehi, Prasasti Pojok Pupus tertulis 1022 Saka atau 1100 Masehi, Prasasti Ngadoman tertulis 1371 Saka atau 1449 dan Prasasti Samirono yang tertulis 1370 Saka atau 1448 Masehi. (ewb/bas)