Jargonnya Unik, Cikik Disonggo, Gede Digawe Cilik

Lebih Dekat dengan Komunitas Visto Owner Semarang

404
AKTIVITAS POSITIF : Anggota komunitas VOS bertekad mengusung pariwisata Kota Semarang dalam setiap program kegiatannya. (ISTIMEWA)
AKTIVITAS POSITIF : Anggota komunitas VOS bertekad mengusung pariwisata Kota Semarang dalam setiap program kegiatannya. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM – Komunitas mobil, Visto Owner Semarang (VOS) ini, berbeda dengan komunitas mobil. Berkomitmen memajukan pariwisata Kota Semarang di media sosial agar lebih dikenal serta menekankan kekeluargaan pada setiap membernya agar solid. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

SEMPAT dicibir oleh komunitas lain pada awal berdirinya Komunitas VOS 1 Mei 2017 silam. Dipandang sebagai klub baru yang tidak akan bisa bersaing dengan klub besar lainnya. Parahnya lagi, VOS dianggap tidak layak menjadi komunitas mobil. Meski begitu, para member VOS tak patah arang. Justru cibiran tersebut melecutnya untuk melakukan gerakan yang positif, propektif dan solid. Bahkan memunculkan tekad bersama bagi anggota VOS untuk memajukan dan mengangkat pariwisata Semarang.

“Dulu komunitas ini dipandang sebelah mata. Tapi dengan solidaritas dan rasa kekeluargaan yang kuat, kami justru kompak untuk mewujudkan tujuan besar membesarkan klub dan mengangkat nama Kota Semarang,” kata Humas VOS, Alex Andra Basido.

Bahkan beberapa bulan lalu, Alex mengaku sempat ditawari oleh komunitas lain untuk bergabung dan membubarkan VOS. Namun ajakan tersebut ditolak, lantaran hanya dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis semata. “Kami tetap solid. Bahkan, kami sempat ngobrol dengan diler KIA, mereka bilang keberadaan VOS akan menjadi nomor 1 dan akan di akui pusat serta langsung mendapatkan rekomendasi dari Korea,” paparnya.

Lewat sosial media Facebook Visto Owner Semarang dan Instagram visto_ownersemarang, komunitas ini mencoba memberikan kontribusi kepada Kota Semarang di bidang pariwisata. “VOS ada dan terbentuk untuk mengembangkan Kota Semarang, mulai dari sektor wisata dan kulinernya yang unik. Kami bertekad menjual kota ini keluar daerah agar lebih dikenal,” ucapnya.

Citra negatif komunitas mobil yang terlanjur melekat pun coba dihilangkan oleh komunitas VOS dengan menggelar berbagai kegiatan. Misalnya kopdar (kopi darat), touring hingga kegiatan bakti sosial. Seperti yang dilakukan belum lama ini, komunitas ini menyumbangkan paket sembako, perlengkapan mandi serta uang di PACG Bhakti Asih Semarang.

“Setiap kopdar dan touring pun kami mengajak keluarga. Bersama member, kami ingin terus belajar, dengan jargon yang kami usung Cikik Disonggo, Gede Digawe Cilik. Istilahnya semua masalah harus disonggo bareng. Disini kami sharing hobi , tips dan trik bengkel serta modifikasi,” tuturnya.

Saat ini, komunitas tersebut memiliki member sebanyak 46 orang dengan 46 unit Visto. Untuk menjaring member, dilakukan via media sosial. Alex menjelaskan VOS adalah gerakan untuk perubahan. Namun perubahan dilakukan dengan cara dinamis, familier, dalam nilai kekeluargaan.

“Untuk menjadikan komunitas sehat, maka harus memiliki manajemen yang sehat juga. Manajemen VOS adalah #Kampret yakni Kreatif, Aktif, Motivasi, Profesif, Respon, Elegant dan Totalotas. Tanpa itu, sebuah komunitas tidak akan menjadi besar,” bebernya.

Dirinya mengaku saat ini terus menjaring member, khususnya bagi warga Semarang dan sekitarnya yang memiliki mobil Visto. Punggawa VOS sendiri siap membuka pintu lebar dan terbuka bagi siapapun. “Syaratnya punya Visto dan punya semangat mengangkat Kota Semarang ini,” tegasnya.

Midea salah satu anggota VOS, mengaku tertarik bergabung dengan komunitas tersebut lantaran berbeda dengan komunitas mobil lainnya. Menurut dia, komuntas VOS tidak ada jarak antara member pria dan wanita. Bahkan punya aturan yang tegas agar member mematuhi peraturan di jalan raya.

“Lebih asyiknya nggak ada GAP antarmember. Walaupun saya cewek, nggak merasa terkucil. Karena setiap kopdar atau touring, bagi member yang sudah menikah diminta membawa anak-istri bahkan pacar supaya saling kenal,” bebernya.

Ia menjelaskan, bergabung ke dalam komunitas VOS, selain menambah persaudaraan, bisa mengetahui karakteristik mobil asal Korea tersebut. Misalnya untuk mancari spare part hingga modifikasi. “Banyak sukanya. Karena komunitas ini sudah seperti keluarga,” pungkasnya. (*/ida)