Etnosains, Kearifan Lokal dan Budaya Dalam Pembelajaran Sains

1646
Oleh: Puji Ningrum SPd
Oleh: Puji Ningrum SPd

RADARSEMARANG.COM¬†–¬†INDONESIA di kenal sebagai bangsa dan negara yang kaya akan khasanah budaya dan tradisinya. Masing-masing pulau, bahkan di masing-masing wilayah dan daerah memiliki kekhasan baik itu dalam kebiasaan, adat istiadat, makanan dan minuman tradisional, pakaian tradisional, tanaman khas daerah, bahasa dan kesenian daerah, yang kesemuanya itu merupakan kearifan lokal dan budaya masing-masing daerah yang tentunya akan berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Budaya dan kearifan lokal suatu daerah perlu terus dikembangkan dan dilestarikan sehingga mampu menjadi bagian dari kekayaan nusantara yang dapat wariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Derasnya arus informasi dan teknologi, serta perkembangan era globalisasi saat ini, telah memberikan pengaruh terhadap perkembangan dan pelestarian budaya serta kearifan lokal tersebut. Sebagian besar masyarakat sekarang, terutama generasi muda mulai lupa akan budaya dan kearifan lokal yang ada di daerahnya. Mereka lebih mengenal makanan cepat saji dibandingkan makanan lokal yang ada, lebih menyukai dan mulai meniru pola hidup dan budaya dari negara-negara lain, seperti : Hip-Hop, Punk, Harajuku, K-Pop dan lain-lainnya. Perkembangan era globalisasi yang mengancam rusaknya adat istiadat budaya bangsa dengan paham materialisme, hedonisme, dan individualisme tersebut, menjadi tantangan yang harus segera ditangani.

Fungsi tradisi dan seni budaya dalam kehidupan masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan, penerangan, hiburan, alat kontrol sosial, serta pemeliharaan nilai-nilai dan norma, serta adat istiadat yang berkembang di lingkungan masyarakat. Kearifan lokal dan budaya daerah dapat menjadi sumber belajar bagi peserta didik karenapeserta didik yang datang kesekolah telah memiliki pengetahuan awal (pra konsep) serta membawa nilai-nilai budaya yang berasal dari lingkungan keluarga dan masyarakat daerahnya.

Etnosains merupakan pendekatan pembelajaran yang mengimplementasikan budaya daerah atau kearifan lokal sebagai objek pembelajan sains. Etnosains dapat didefinisikan sebagai perangkat ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh suatu masyarakat/suku bangsa yang diperoleh dengan menggunakan merode tertentu serta mengikuti prosedur tertentu yang merupakan bagian dari tradisi masyarakat tertentu dan kebenarannya dapat diuji secara empiris (Sudarmin: 2015).Dalam proses pembelajaran berpendekatan etnosains, peserta didik tidak lagi memandang ilmu sains sebagai suatu budaya asing yang harus mereka pelajari, namun memandang ilmu sains sebagai suatu budaya dan kearifan lokal yang ada yang sudah mereka kenali dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan etnosains ini, peserta didik diajarkan untuk mentransformasikan atau merekontruksi sains asli (pengetahuan yang berkembang di masyarakat) menjadi sains ilmiah terkait dengan materi-materi yang sedang dipelajari.