Open Trip Buka Jalur Batang-Banjarnegara

526
MERIAH : Ratusan sepeda motor dan roda empat memeriahkan Bawang - Dieng Fun Open Trip, pada Minggu (18/2). (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERIAH : Ratusan sepeda motor dan roda empat memeriahkan Bawang - Dieng Fun Open Trip, pada Minggu (18/2). (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Event Bawang-Dieng Fun Open Trip yang melibatkan ratusan kendaraan roda dua dan puluhan roda empat menandai dibukanya akses jalur Bawang-Banjarnegara Dieng, Minggu (18/2). Pembukaan jalur di ketinggian 1.500 Mdpl tersebut, semakin meriah ketika ratusan motor menderukan mesinnya. Siap menembus rimbunnya pepohan cemara yang terhampar di sepanjang jalan dari Dukuh Sugemplong Desa Pranten Kabupaten Batang menuju Banjarnegara. Semakin ramai tatkala ratusan warga setempat menyambut meriah di sepanjang jalan.

Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Suyono yang turut dalam acara tersebut, berjanji akan mengusulkan perbaikan jalan tersebut agar lebih baik lagi. Sehingga masyarakat bisa melintas tanpa harus takut terperosok ke dalam jurang. “Perlahan akan kami usulkan, karena jalan tersebut merupakan jalan provinsi,” seru Bupati Wihaji sebelum ikut open trip.

Wihaji berharap jalan tersebut bisa diakses sehingga bisa mendorong terangkatnya perekonomian masyarakat setempat. “Saya baru pertama kali melintasi jalan penghubung Kabupaten Batang dan Banjarnegara ini. Pemandangannya sangat indah. Ini potensi yang luar biasa. Saya harap. masyarakat bersabar, akan kami usulkan perbaikan akses agar menjadi magnet para wisatawan,” pungkasnya.

Kegiatan membuka jalan baru tersebut dilakukan setelah ada pembangunan jalan cor beton menuju Desa Pranten Dukuh Bintoro Mulyo dan Sigemplong melalui dana APBD Provinsi Jateng.

Jalan yang berliku dan berkelok tersebut memacu adrenalin pengendara motor. Namun, naik turunnya medan jalan yang dilalui tidak menyurutkan nyali peserta. Ditambah ekstrimnya jalur, tetap tidak menurunkan semangat peserta Open Trip, karena hampir sebagian besar bisa melaju sampai finish. Walaupun ada beberapa peserta yang tidak sampai finish, karena ada masalah mesin kendaraan.

Salah satu warga Dukuh Sigemplong, Asrul, 39, mengaku senang dengan akses yang dibangun tersebut telah membantu masyarakat sekitar. “Walupun belum rampung seluruhnya, kami sangat bersyukur, karena jalan sudah bagus. Sebelumnya, jalannya berupa bebatuan dan tanah merah, bisa dibayangkan jika warga melintas dengan kanan dan kiri jalan adalah jurang,” terangnya.

Adapun Kepala Dukuh Sigemplong Syaifudin menambahkan jalan tersebut memiliki panjang 13 kilometer. “Masih diperbaiki sepanjang 8 kilometer. Pastinya kami berharap cepat rampung, karena sudah bertahun-tahun masyarakat melintasi jalan yang terbilang ekstrem ini,” ucapnya. (han/ida)