Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

633
TERBAIK: Direktur Utama Jawa Pos Radar, Leak Kustiyo (kiri), saat menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto, di sela Evaluasi Triwulan IV dan RUPS 2017 di Prime Plaza Hotel Jogjakarta, kemarin. (MULINUHA/JAWA POS RADAR KUDUS)
TERBAIK: Direktur Utama Jawa Pos Radar, Leak Kustiyo (kiri), saat menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto, di sela Evaluasi Triwulan IV dan RUPS 2017 di Prime Plaza Hotel Jogjakarta, kemarin. (MULINUHA/JAWA POS RADAR KUDUS)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANGJawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil PCC Digerebek” dinobatkan sebagai Tulisan Terbaik Kategori Headline. Karya wartawan M Hariyanto itu mengalahkan hampir 240 tulisan headline lain dari koran Jawa Pos Group se-Indonesia. Piagam dan hadiah uang Rp 7,5 juta diserahkan oleh Direktur Utama Jawa Pos Radar Leak Kustiyo kepada Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto di sela Rapat Evaluasi Triwulan IV dan RUPS Jawa Pos Radar 2017di Prime Plaza Hotel Jogjakarta, Rabu (14/2).

Menurut Leak Kustiyo, secara rutin Jawa Pos Group menggelar Kompetisi Product Quality seluruh media cetak Jawa Pos Group setiap triwulan. Meliputi karya tulisan lapsus/indept, headline, feature/boks, grafis, overall, foto dan print quality. Di setiap kategori dipilih lima besar terbaik pada setiap triwulan. Lima karya terbaik setiap triwulan itu selanjutnya diadu kembali hingga dipilih tiga terbaik di akhir tahun.

“Setelah diadu dengan tulisan lain, karya Radar Semarang ini terpilih tiga terbaik. Semoga ke depan akan menghasilkan liputan berita yang lebih baik lagi,” katanya.

Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Abdul Aziz, mengaku gembira dengan diraihnya penghargaan tersebut. Setidaknya penghargaan itu bisa menambah semangat tim redaksi untuk menghasilkan produk yang lebih baik lagi. “Redaksi jangan cepat puas, tantangan ke depan akan lebih berat lagi. Karena itu, kualitas berita dan foto harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Januari lalu, wartawan Jawa Pos Radar Semarang, Ida Norlayla juga menyabet juara I lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional tentang Perdagangan Berjangka Komoditas dengan judul Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif, Masih Butuh Political Will Pemerintah. Ida menyisihkan 100 lebih karya tulisan dari ratusan wartawan se-Indonesia. (aro)

Silakan beri komentar.