Antar OPD Harus Sinergi dalam Tingkatkan Layanan Wisata

Komisi B Terima Audiensi Forum Pokdarwis Wonosobo

546
SERAP ASPIRASI : Audiensi Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo dengan Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Wonosobo. (HUMAS DPRD WONOSOBO)
SERAP ASPIRASI : Audiensi Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo dengan Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Wonosobo. (HUMAS DPRD WONOSOBO)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo menerima audiensi Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Wonosobo di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Wonosobo, Senin (5/2). Ketua Forum Pokdarwis Muaris, yang berasal dari Pokdarwis Desa Maron Garung menyampaikan, audiensi dilakukan dengan tujuan agar bisa ditemukan solusi terkait beberapa permasalahan dalam pengembangan destinasi wisata. Lebih khusus lagi desa wisata yang selama ini menjadi perhatian serius Pokdarwis.

“Hal ini merupakan hasil dari beberapa kali pertemuan yang dilaksanakan forum di tingkat kabupaten,” katanya.

Diakuinya, forum kali ini memang baru berasal dari 10 Pokdarwis yang ada di Wonosobo. Yakni Pokdarwis Giyanti, Winongsari, Maron, Krinjing, Sendangsari, Sembungan, Wilayu, Dieng, Lipursari dan Reco, yang tergabung dalam Sedewa. Namun forum ini mewakili seluruh Pokdarwis yang ada di Wonosobo.

“Adapun beberapa masalah yang dihadapi Pokdarwis di antaranya, masih kurangnya papan penunjuk arah tempat wisata, aturan atau regulasi seperti Perda atau Perbup yang bisa mengakomodir agar destinasi wisata Wonosobo bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas,” katanya.

Dikatakan dia, seperti di kalangan pelajar maupun turis domestik serta mancanegara, persoalan badan hukum bagi Pokdarwis sehingga mereka bisa mengakses dana yang digulirkan seperti dari pemerintah serta kesekretariatan yang belum dimiliki forum. “Perlunya pembuatan information center di beberapa titik strategis pariwisata terlebih di daerah-daerah perbatasan dengan kabupaten tetangga,” katanya.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo Aziz Nuriharyono menyampaikan, perlunya sinergitas antar OPD dalam mengurai berbagai masalah yang dihadapi Pokdarwis pada khususnya dan dunia kepariwisataan Wonosobo pada umumnya. “Tidak melulu ditangani oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, seperti dengan Dinas Perhubungan untuk pemasangan papan penunjuk arah, dengan DPU untuk menangani infrastruktur jalan atau jembatan. Dengan Dinas Pertanian untuk pengembangan destinasi wisata hasil olahan pertanian, perkebunan atau peternakan, karena kekayaan dan keindahan alam Wonosobo memiliki potensi sangat besar agar bisa lebih meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.