Kutipan Akta Kematian Menjadi Syarat Wajib

1401
SOSIALISASI : Sosialisasi Perwal Nomor 88 Tahun 2017 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Sosial Santunan Kematian di Ruang Sidang Lantai 1, Setda Kota Magelang, kemarin. (IST)
SOSIALISASI : Sosialisasi Perwal Nomor 88 Tahun 2017 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Sosial Santunan Kematian di Ruang Sidang Lantai 1, Setda Kota Magelang, kemarin. (IST)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Kasubbag Kesejahteraan sosial pada Bagian Kesra Setda Kota Magelang, Ahmat Sholichin menyampaikan, pengurusan bantuan sosial santunan kematian saat ini mengalami sedikit perubahan. Hal itu seiring bunyi Perwal Nomor 88 Tahun 2017 Perubahan atas Perwal Nomor 55 Tahun 2016. Yang sama, pengurusan tetap gratis. “Perbedaan pada persyaratannya. Sebelumnya hanya menggunakan surat kematian, sekarang diganti menjadi Kutipan Akta Kematian yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).”

Persyaratan lain, melampirkan surat permohonan, surat pernyataan ahli waris, fotokopi KTP dan KK, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), surat pernyataan pertanggungjawaban mutlak dengan bubuhan tanda tangan dari ketua RT/RW dan lurah. Terakhir, menyertakan rincian penggunaan bantuan. “Besaran santunan Rp 1 juta.” Permohonan yang masuk ke Bagian Kesra, akan dilakukan verifikasi. Setelah turun rekomendasi, bantuan bisa dicairkan oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). (put/isk)