Penanganan Dilimpahkan ke Polda Jateng

225

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kasus penyelewengan 48 ton beras Bulog yang rencananya dikirim ke Kalimantan Timur, akhirnya dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng. Namun, Polda Jateng masih menunggu pelimpahan berkas dari Polrestabes Semarang dalam upaya mendalami kasus tersebut.

” Belum ada penetapan tersangka, masih sebatas saksi. Perkara ini, kami limpahkan ke Krimsus Polda Jateng. Nanti kami akan membuat berkas pelimpahan,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Fahmi Arifrianto, Kamis (18/1) kemarin.

Terkait temuan tersebut, Fahmi mengakui belum ada temuan barang bukti beras lainnya. Namun demikian, pihaknya akan terus mendalami kasus ini dari keterangan para saksi. “Masih kami selidiki. Karena delivery itu, totalnya 300 ton,” katanya.

Sementara itu, Direskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari mengakui telah mendapat laporan dari Polrestabes Semarang terkait pengungkapan kasus tersebut. Ini terkait lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Demak, yang notabene-nya di luar wilayah hukum Polrestabes Semarang.

“Polrestabes Semarang tidak bisa menangani. Terus sekarang Polrestabes menduga hubunganya dengan Banjarmasin, itu lintas provinsi. Tadi sudah saya instruksikan ke Polda Jateng, nanti kami telaah lebih lanjut,” katanya.

Dari temuan kasus ini, Lukas mengakui masih menunggu pelimpahan berkas dari Polrestabes Semarang. Menurutnya, komoditas beras dilarang dikirim ke provinsi manapun. “Mungkin perlu ada sanksi administratif untuk mitra Bulog itu, karena tidak sesuai dengan apa yang diminta Bulog. Yakni, untuk Operasi Pasar di Jawa Tengah. Kalau dari sisi pidananya, belum terlihat,” bebernya.

Terkait antisipasi adanya kejahatan lain terkait kasus sembako di Jawa Tengah, Lukas menambahkan Polda Jateng melalui Tim Satgas Pangan akan terus aktif melakukan operasi pasar.  “Kami sifatnya mengamankan. Semua operasi pasar kami amankan, baik dengan Satgas Polda maupun Polres. Sifatnya, kami membantu pengamanan,” pungkasnya. (mha/ida)