Jalur KA Pelabuhan Mulai Dibangun

1390
JALUR PELABUHAN : Sejumlah pekerja melakukan pengangkatan/pembalasan jalur KA di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang sudah lama tidak aktif, Kamis (18/1) kemarin. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian akan melakukan revitalisasi jalur kereta api dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Emas dalam rangka mendukung logistik nasional dan sistem transportasi di wilayah Jawa Tengah. (ADTYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JALUR PELABUHAN : Sejumlah pekerja melakukan pengangkatan/pembalasan jalur KA di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang sudah lama tidak aktif, Kamis (18/1) kemarin. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian akan melakukan revitalisasi jalur kereta api dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Emas dalam rangka mendukung logistik nasional dan sistem transportasi di wilayah Jawa Tengah. (ADTYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jalur kereta api (KA) yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan Stasiun Tawang Semarang mulai dilakukan revitalisasi atau dibangun kembali. Dalam pantuan Jawa Pos Radar Semarang, revitalisasi tersebut mulai dilakukan dari gerbang pelabuhan kebanggan Kota Semarang. Tampak, sejumlah pekerja melakukan pengangkatan/pembalasan jalur KA di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang sudah lama tidak aktif, Kamis (18/1) kemarin.

Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang, Suprapto mengakui revitalisasi jalur KA pelabuhan sudah mulai dilakukan belum lama ini. Pembagunan tersebut dimulai dari dalam area pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Namun proses pembangunan ini, dilanjutkan oleh satuan kerja (Satker) dari Kementrian Perhubungan. Ini merupakan ranah Balai Pengembangaan Perkeretaapian di Jawa Tengah. Pembangunannya dari satker yang dibentuk oleh pemerintah pusat,” ucapnya.

Sebelumnya Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan pembangunan KA barang di Semarang akan terus dilakukan. Dipastikan juga, reaktivasi jalur Semarang Tawang–Pelabuhan akan terus dijalankan, walaupun sebelumnya mendapatkan penolakan warga Kebonharjo. “Tentu akan dijalankan, negosiasi tetap dilakukan. Berdoa saja bisa masuk,” ujarnya usai meresmikan KA Inspeksi di Stasiun Tawang, belum lama ini.

Pembangunan reaktivasi jalur KA pelabuhan, lanjut Edi, adalah tugas dari Satker yang telah ditunjuk pemerintah. Pada dasarnya, PT KAI siap menjalankan program tersebut jika semuanya telah siap. “Targetnya tahun ini sudah selesai,” tuturnya.

Ditegaskan Edi, tren masyarakat yang menggunakan KA terus meningkat, termasuk permintaan angkutan barang. Bahkan menurut informasi, permintaan angkutan barang dengan kereta api juga diprediksi meningkat di sejumlah daerah. “Pengangkutan peti kemas di pelabuhan di Pulau Jawa ataupun mengangkut barang hasil pertambangan di wilayah Sumatera sudah banyak yang menggunakan jasa kereta api,” katanya. (den/ida)