Gelar Event di Low Season

359
LEISURE JADI TREN : Wisatawan berperahu di sebuah tempat wisata baru di daerah Muncul, Ambarawa. Kemunculan destinasi-destinasi baru ikut mendongkrak jumlah wisatawan ke Jateng. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEISURE JADI TREN : Wisatawan berperahu di sebuah tempat wisata baru di daerah Muncul, Ambarawa. Kemunculan destinasi-destinasi baru ikut mendongkrak jumlah wisatawan ke Jateng. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng bakal menggelar event pariwisata baru pada Februari-Maret mendatang. Rangkaian acara bertajuk ‘Jateng Waow’ ini sengaja digelar untuk mendongkrak kunjungan wisata di masa low season yang biasanya terjadi di triwulan pertama.

Kabid Pemasaran Pariwisata Disporapar Jateng, Alamsyah menjelaskan, Jateng Waow bakal diwarnai aneka gelaran spektakuler. Seperti diskon besar-besaran untuk produk kuliner, kerajinan, hingga tiket masuk objek wisata. Ada juga seribu kamar hotel gratis dan festival balon udara. “Ini sedang digodok. Rencananya akan di launching akhir Januari besok,” terangnya, Selasa (2/1).

Ada juga event nasional yang kemungkinan digelar selama tiga hari. Yakni lomba drumband tingkat nasional. Mulai tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi. “Nanti tempat lombanya akan disebar. Misalnya tingkat TK-SD di kabupaten/kota A, SMP di kabupaten/kota B, dan seterusnya. Yang jelas, tingkat perguruan tinggi di Kota Semarang. Final semua tingkat juga di Semarang,” imbuhnya.

Diharapkan, Jateng Waow mampu merangsang pelancong untuk berkunjung ke Jateng. Sebab, setiap tahun, periode Januari-Maret, gairah wisata di Jateng tergolong sepi. “Tidak hanya objek wisata saja. Okupansi kamar hotel juga rendah. Jadi Jateng Waow ini digelar agar Jateng tidak sepi,” terangnya.

Meski begitu, upaya menggaet wisatawan ini bukan semata untuk mengejar target kunjungan wisatawan. Sebab, sejak 2016 silam, realisasi kunjungan, baik wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) sudah melebihi target. Pada 2017 lalu, kunjungan wisnus tembus sekitar 36 juta orang dari target 32 juta orang. Sementara wisman, terhitung ada 600 ribu orang, jauh di atas target yang hanya 500 ribu orang. “Kalau target 2018 ini, sesuai RPJMD saja. Kami tetap optimistis bisa melampaui target lagi,” tuturnya.

Dijelaskan, pelancong asal Malaysia, Singapura, dan Tiongkok masih menduduki peringat tertinggi wisman yang masuk ke Jateng. “Tapi berdasarkan aktivitas wisman di Jateng, wisman dari Belanda yang paling banyak. Mungkin, yang dari Malaysia, Singapura, dan Tiongkok hanya masuk dan tidak long stay di sini,” terangnya.