Puting Beliung Terjang Dusun Kepundung

666
HANCUR: Beberapa rumah milik warga Dusun Kepundung Desa Reksosari Kecamatan Suruh yang rusak parah akibat diterjang puting beliung, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HANCUR: Beberapa rumah milik warga Dusun Kepundung Desa Reksosari Kecamatan Suruh yang rusak parah akibat diterjang puting beliung, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – BPBD Kabupaten Semarang masih menghitung besaran kerugian dari peristiwa angin puting beliung yang meluluh lantahkan beberapa rumah di Dusun Kepundung Desa Reksosari Kecamatan Suruh.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat Suruh dan Kades setempat. “Besaran kerugian masih kita hitung, bantuan sosial akan diserahkan mengacu data assessment, “ ujar Heru, Senin (1/1).

Meski begitu, bantuan logistik untuk para warga dan relawan bencana yang kerja bakti membersihkan lokasi masih tetap diberikan. “Logistik untuk kerja bakti termasuk dukungan alat potong dan gergaji mesin tetap diberikan lebih awal,” katanya.

Dijelaskannya, angin puting beliung memporak-porandakan rumah warga Dusun Kepundung. Dalam bencana ini dua rumah warga rusak dan dua kandang ayam ambruk rata dengan tanah. Salah satu korban Saefudin, 34, warga Kepundung RT 08/RW 04, mengatakan saat kejadian ia sedang keluar rumah untuk mencari susu di daerah Kecamatan Suruh.

Ia kaget saat kembali dan memasuki lorok masuk rumahnya yang sudah dipenuhi puluhan orang. Ternyata ia rumahnya sudah di terjang angin puting beliung. “Ini rumah ibu saya, Juwenah, 70, yang sekarang sedang menengok kelahiran cicitnya di Jakarta,” ujarnya.

Adapun bagian depan rumahnya dan bagian tengah serta dapur roboh karena kejatuhan pohon. Rumah dan teras tersebut tertimpa pohon sengon serta kelapa yang roboh akibat angin puting beliung. Praktis teras rumahnya ukuran 2,5 meter dan panjang 10 meter tertimba pohon. “Ini yang ambruk pohon sengon dan kelapa. Kalau pohon kelapa roboh sampai bagian dapur. Akibatnya rusuk rumah dan genteng pecah,” tuturnya.

Menurut estimasi dirinya, kerugian yang ia alami akibat peristiwa tersebut kurang lebih mencapai Rp 10 juta. Selain rumah Saefudin, dua kandang ayam milik Ridwan, 35, dan Mansur juga ambruk rata dengan tanah. Bahkan, kandang ayam milik Ridwan diisi ayam yang baru berusia 2 minggu. “Satu kandang terisi 3.200 ayam usia 2 minggu. Kalau anak ayam yang selamat, kami belum menghitungnya,” katanya.

Adapun ukuran kandang ayam tersebut yaitu 9 x 45 meter. Menurutnya, sedikitnya kerugian yang ia alami akibat peristiwa tersebut yaitu Rp 110 juta. “Terus satu lagi ukuran 14 x 2,8 kerugian Rp 15 juta, asbesnya terbawa angin,” ujar Ridwan. (ewb/bas)