Perbaiki LPJU, Teknisi Listrik Tewas

206

RADARSEMARANG.COM, KOTA – Allahu Akbar. Begitulah kalimat terakhir yang diucapkan Supriyanto sebelum tewas. Siapa disangka, usai memperbaiki Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), teknisi listrik ini meninggal dunia, kemarin. Tepatnya diatas tiang listrik di Jalan Ganesha 4, RT 3 RW 7, Purwosari, Kota.

Kronologisnya berawal saat ketua RT, Prastowo meminta korban memperbaiki LPJU yang mati. Kejadiannya sekitar pukul 09.00. Korban pun naik tiang listrik dengan tangga bambu. Bahkan untuk keamanan, korban juga melilitkan tali tampar di perut yang dikaitkan tiang litrik.

Setelah dicek, korban pun melapor ke Prastowo bahwa voltase listrik rendah. Hanya 110 volt ampere (VA). Selain itu korban juga mengatakan harus diganti karena gosong, ”Kami sempat berbincang,” ungkap Prastowo.

Pada pukul 09.30, korban kembali naik ke tiang listrik. Alasannya untuk membersihkan kabel yang berkarat. Namun sepuluh menit kemudian, korban berteriak kesakitan. Korban pun pingsan dalam posisi tubuh masih menggantung di atas tiang listrik. ”Kami dengar korban berteriak Allahu Akbar tiga kali lalu pingsan,” kata Prastowo yang mengaku berada di dekat korban saat tewas.

Prastowo lantas meminta bantuan warga. Warga pun lantas menghubungi Puskesmas, petugas PLN,  dan pihak kepolisian. Menurut dokter Tektona Graha Sanjaya, di tubuh korban ditemukan bekas luka bakar. Tepatnya di telapak tangan dan jari kelingking. ”Kemungkinan besar karena tersengat arus listrik,” jelasnya.

Dia juga memastikan, tidak ada bekas luka penganiayaan di tubuh korban. Besar kemungkinan terjadi karena tersengat listrik.

Saat ini kejadian ini masih ditangani Polsek Kota untuk diselidiki lebih lanjut. ”Menurut keterangan dokter, korban meninggal dunia karena tersengat listrik. Tidak ada tanda penganiayan. Ini mungkin karena korban kurang hati-hati saat memegang kabel,” ungkap Kapolsek Kota AKP Muh. Khoirul Naim. (mal/jpnn/ric).