Godok Raperda Desa Wisata

309

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Belum optimalnya desa wisata menjadi perhatian serius DPRD Jateng. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat Raperda Pengembangan Desa Wisata. Langkah itu sebagai salah satu upaya agar ada payung hukum dan bisa lebih mengoptimalkan berbagai potensi desa wisata di Jateng.

Ketua Komisi B DPRD Jateng, Chamim Irfani mengatakan, semakin banyaknya desa wisata harus menjadi perhatian serius. Karena jika tidak, maka akan menjadi persoalan dan bisa menghambat potensi desa wisata tersebut. “Hal itulah yang menjadi dasar kami untuk menggagas Perda tentang Desa Wisata, sehingga nantinya bisa menjadi payung hukum desa wisata yang ada di Jateng,” katanya.

Ia mencontohkan Wisata Alam Umbul Ponggok yang berada di Kabupaten Klaten kini sudah berkembang pesat. Dampaknya, banyak desa-desa lain yang ingin meniru seperti Ponggok. Dengan adanya perda, nantinya Pemprov Jateng bisa memberikan perhatian lebih terhadap desa yang mempunyai potensi sebagai desa wisata. “Raperda itu penting karena hal tersebut menjadi payung hukum dalam pengelolaan desa wisata yang selama ini jumlahnya cukup banyak di Jateng,” ujarnya.

Komisi B DPRD Jateng sejauh ini sudah meminta masukan dan melakukan kunjungan untuk mempertajam raperda tersebut. Diantaranya dengan meminta masukan ke Disparbud DKI Jakarta yang sudah menetapkan perda tentang kepariwisataan. Dicontohkan, soal desa wisata, Perkampungan Budaya Betawi bisa menjadi percontohan wilayah yang melestarikan kebudayaan Betawi.

Selain itu, ada juga daerah Condet yang menjadi pusat budidaya Salak Condet yang merupakan varietas salak tertua di Indonesia dan dikenal oleh orang Eropa sebagai salak yang paling enak. Ia menilai sektor kepariwisataan penting untuk dikembangkan karena mampu menjadi salah satu pendapatan daerah. “Dengan adanya pengembangan pariwisata di tingkat desa, maka nantinya mampu menambah pendapatan masyarakat,” tambahnya. (fth/ric)

Silakan beri komentar.