Kenaikan Harga Masih Wajar

520
CEK STOK DAN HARGA : Kepala Dinperindag Jateng Arif Sambodo ketika mengecek ketersediaan dan harga bahan pokok di ADA Setiabudi Semarang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK STOK DAN HARGA : Kepala Dinperindag Jateng Arif Sambodo ketika mengecek ketersediaan dan harga bahan pokok di ADA Setiabudi Semarang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng rutin menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar modern dan tradisional. Sidak itu untuk memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi hingga pertengahan Januari 2018 mendatang. Termasuk mengontrol kenaikan harga agar tidak naik terlalu signifikan.

Sidak ritel modern dilakukan di Swalayan ADA Setiabudi Semarang, Senin (18/12). Kepala Dinperindag Jateng, Arif Sambodo didampingi timnya, mengecek seluruh bahan pokok yang ditampilkan disana. Mulai dari beras, telur, sayur, buah, minyak, gula, hingga parsel.

Pada sidak itu, Dinperindag Jateng tidak menemukan ada yang janggal. Meski ada harga yang naik, tapi masih tergolong wajar. “Menjelang Natal dan Tahun Baru biasanya harga cenderung naik. Karena itu kami cek langsung ke lapangan. Memang ada fluktuatif harga, terutama telur ayam. Di sini (ADA Setiabudi) Rp 22.500 per kilogram. Masih wajar,” paparnya.

Harga bawang merah yang belakangan naik cukup drastis, lanjutnya, sudah mulai stabil. Bahkan cenderung turun. Saat ini berkisar antara Rp 18 ribu-Rp 20 ribu per kilogram. Begitu juga dengan bawang putih.

Di ADA Setiabudi, Arif juga mengecek implementasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2017 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET). Minyak curah kemasan, gula kemasan, dan beras kemasan, tidak ada yang melebihi HET yang ditentukan. “Pada kemasan beras juga sudah diberi keterangan harga dan jenisnya. Jadi pembeli bisa membedakan mana beras premium dan beras medium. Ini juga sudah diatur dalam Permendag 57 Tahun 2017,” terangnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga mengecek parsel, terutama yang berisi bahan makanan. Pengecekan itu dilakukan untuk memastikan tanggal kedaluarsa, ada kemasan kaleng yang penyok atau tidak, hingga label keterangan komposisi dan SNI. “Sementara ini tidak ditemukan yang tidak sesuai aturan,” bebernya.