Wonosobo, 2 Rumah Ambruk, 1 GOR Rusak

Dampak Gempa Bumi Tasikmalaya

490
DIGUNCANG GEMPA: Warga bersama aparat kepolisian bergotong royong membersihkan puing-puing rumah warga yang ambruk akibat guncangan gempa bumi yang berpusat di Tasikmalaya, Jumat (15/12) malam. (kanan) Atap Gedung Olah Raga Desa Kajeksan yang runtuh. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIGUNCANG GEMPA: Warga bersama aparat kepolisian bergotong royong membersihkan puing-puing rumah warga yang ambruk akibat guncangan gempa bumi yang berpusat di Tasikmalaya, Jumat (15/12) malam. (kanan) Atap Gedung Olah Raga Desa Kajeksan yang runtuh. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR SEMARANG)

WONOSOBO- Gempa bumi berkekuatan 6,9 Skala Richter yang berpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (15/12) pukul 23.47 kemarin, terasa hingga ke wilayah Wonosobo. Getarannya bukan hanya membuat warga panik dan keluar rumah. Namun dari hasil pendataan yang dilakukan oleh Polres Wonosobo, tercatat 2 rumah roboh di Desa Sidorejo, Kecamatan Selomerto dan Kelurahan Sukoharjo. Selain itu, 2 tiang listrik ambruk serta Gedung Olah Raga (GOR) Desa Kajeksan, Kecamatan Sukoharjo, mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras SIK melalui Kapolsek Selomerto AKP Wahono mengungkapkan, rumah yang roboh di Sidorejo masih dalam tahap pembangunan, dan belum dihuni. “Kami duga temboknya belum kering benar, sehingga saat diguncang gempa, langsung roboh,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kedu.

“Semalam, petugas kami dari Polsek Selomerto langsung mendatangi TKP untuk mengecek situasi. Untuk pagi ini (kemarin), bersama warga sekitar, kami melakukan gotong royong untuk membersihkan puing-puing sisa bangunan,” tutur AKP Wahono.

Goncangan gempa juga menyebabkan Gedung Olah Raga Desa Kajeksan mengalami kerusakan parah. Bahkan, polisi sampai harus menutup lokasi dari warga untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

“Sebagian besar atap gedung roboh. Namun masih ada yang menggantung, jadi sangat membahayakan,” kata Wakapolsek Sukoharjo, Iptu Sunaryono.

“Kami sudah tutup lokasi dari akses warga. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa guna tindak lanjut kejadian ini,” tambahnya.