Kelola Sampah Jadi Bermanfaat

Desa Mendongan, Kecamatan Sumowono

938
ATASI SAMPAH: Sekdes Mendongan menunjukkan bangunan tempat pengolahan sampah untuk mengatasi persoalan sampah di Desa.
ATASI SAMPAH: Sekdes Mendongan menunjukkan bangunan tempat pengolahan sampah untuk mengatasi persoalan sampah di Desa.

SUMOWONO – Desa Mendongan, Kecamatan Sumowono sedang melakukan gerakan pengolahan dan pemanfaatan sampah. Sampah yang ada di Desa setempat, diupayakan untuk bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Sekretaris Desa Mendongan, Ghozali mengatakan bahwa saat ini sudah berdiri bangunan yang nantinya akan digunakan sebagai tempat pengolahan sampah tersebut. Bangunan ini, dilengkapi dengan ruang pemilahan serta tempat pembakaran untuk sampah yang benar-benar tidak bisa didaur ulang.

Ghozali (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ghozali (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Sudah ada sarana angkutnya juga berupa motor roda tiga. Ini nanti akan dijalankan oleh warga sini. Tentu akan membuka lapangan kerja baru,” jelas Ghozali kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Gerakan ini dilakukan oleh Pemerintah Desa Mendongan karena semakin banyaknya lahan yang digunakan untuk mendirikan bangunan membuat warga tidak memiliki lahan kosong untuk membuang sampah. Alhasil, banyak warga yang membuang sampah secara sembarangan. Terlebih tidak sedikit pula yang membuang sampah di sungai.

Dengan adanya gerakan ini, sampah di Desa penghasil sayur mayur ini diharapkan bisa dikelola dengan lebih baik. Sampah organik, dapat digunakan untuk membuat pupuk kompos, sementara sampah non organik dapat dikreasikan menjadi produk kerajinan.

”Ini nantinya juga akan dimasukkan ke BUMDes. Sementara ini baru dibentuk dan akan dijalankan di tahun 2018 nanti,” jelas Ghozali sembari memperkenalkan nama BUMDes, yakni BUMDes Mitra Sejahtera.

BUMDes yang rencananya akan bergerak dengan unit usaha simpan pinjam, pengelolaan air bersih, koperasi dan unit usaha lainnya ini juga akan mengikutsertakan bank sampah sebagai salah satu usahanya. Dengan demikian, limbah yang sebelumnya hanya menjadi tumpukan sampah dengan adanya bank sampah dapat diubah menjadi sebuah berkah bagi warga masyarakat.

”Harapan ke depan kami ingin desa ini bisa bersih seperti beberapa tahun lalu. Dulu di sungai tidak ada sampah sepeti sekarang. Sehingga kita jalan-jalan di sungai juga enak,” kata dia. (cr4/bas)