Musthofa Tegaskan Komitmen dengan PDIP

606
MINTA RESTU: Musthofa ketika meminta restu di rumah KH Anshor Bin Abd Lathif pengasuh Ponpes Al Mubarok Medono Pekalongan, Senin (4/12) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MINTA RESTU: Musthofa ketika meminta restu di rumah KH Anshor Bin Abd Lathif pengasuh Ponpes Al Mubarok Medono Pekalongan, Senin (4/12) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG–Walaupun rekomendasi dari pemimpin tertinggi DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri belum turun, salah satu kandidat calon Gubernur Jateng, H Musthofa, tetap berkomitmen dengan partainya tersebut. Bahkan, Musthofa semakin intensif menggalang dukungan di berbagai daerah dan memohon doa restu para kiai.

“Sejak saya jadi pejabat, saya tidak pernah melupakan akar saya seorang santri. Makanya, saya selalu menyempatkan diri mengunjungi ulama setiap kali kunjungan,” ucapnya saat ditemui di rumah Kiai Anshor Bin Abd Lathif, Pengasuh Ponpes Al Mubarok Medono Pekalongan, Senin (4/12) kemarin.

Dirinya bersikap seperti ini, karena dirinya menyakini bahwa pemimpin besar selalu berkaca kepada Nabi Muhammad SAW. Yakni, pemimpin yang baik adalah yang takdim dan mau menerima nasehat ulama. “Saya selalu opitimistis, karena dekat dengan ulama. Berkat doa restu beliau, saya dipermudah dalam membangun daerah,” ucapnya.

Bupati Kudus dua periode ini menegaskan bahwa Umaroh (Pemerintah) dalam menjalankan pemerintahannya harus bergandengan dengan ulama agar selamat. Musthofa, yang juga murid Kiai Kharismatik Mbah Maemun Zuber (Mbah Moen) ini, selalu berupaya mengunjungi ulama atau murid Mbah Moen dimanapun berada.

Tekait pencalonannya dalam bursa calon Gubernur Jateng, Musthofa menegaskan bahwa dirinya akan tetap menggunakan prinsip seorang santri. Yang selalu tawadhu’ (hormat) dengan para kiai. “Saya ini santri, saya anggap Bu Mega Nyai saya, siapapun yang dipilih (calon Gubernur dari PDIP) beliau, saya manut sebagai murid,” tegasnya.

Dia juga menampik jika ada partai lain yang akan mengusungnya. Dirinya menegaskan komitmennya dengan PDIP sampai kapanpun. Hal tersebut ditegaskan, bahwa sejak lama dia direkomendasikan oleh partai namun gagal maju, tidak pernah mau mau dicalonkan dari partai lain.

Sementara itu, Kiai Anshor saat dimintai keterangan menegaskan siapapun yang akan maju di Pilgub 2018, dirinya sebagai ulama akan mendukung. Karena itu, pihaknya mendoakan yang terbaik bagi siapapun orangnya yang terpilih nanti. “Saya sudah lama kenal dengan beliau, Pak Kiai Musthofa, karena satu pondok di Mbah Moen. Saya sebut Kiai, karena dia juga memiliki ilmu pondok seperti saya,” jelasnya.

Bedanya, menurut Kiai Anshor, H Musthofa berada di bidang pemerintahan, sedangkan dirinya bergelut dalam dunia pendidikan. Namun sama-sama dalam kemaslahatan umat di Jawa Tengah.

Terkait majunya H Musthofa dalam Pilgub 2018 mendatang, kiai muda kharismatik ini menegaskan akan senang jika pemimpinnya dari kalangan orang yang paham Agama. Apalagi dirinya menilai, sosok Musthofa terbuka dan menerima masukan dari ulama dalam menjalan roda pemerintahannya. (han/ida)