20 Orang Ditahan Polda Jateng

Pasca Terbongkarnya Pabrik Pil PCC

513
RUMAH BOS PIL SETAN: Rumah Joni di Jalan Gajah Barat IV RT 3 RW 4 Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUMAH BOS PIL SETAN: Rumah Joni di Jalan Gajah Barat IV RT 3 RW 4 Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Pasca terbongkarnya pabrik pil Paracetamol Caffeine Caresoprodol (PCC) di Semarang dan Solo, kini sebanyak 20 orang ditahan di Mapolda Jateng. Dari 20 orang itu, 7 orang ditangkap di Solo, dan 13 orang di Semarang, termasuk pemilik pabrik Joni dan Sri Anggono alias Ronggo. Hingga kemarin, rumah mewah yang menjadi pabrik pil PCC di Jalan Halmahera Raya Nomor 27, Kelurahan Karang Tempel, Semarang Timur masih dijaga ketat aparat kepolisian.

Kabid Humas Polda Jateng, AKBP Agus Triadmaja, mengatakan, pemilik pabrik pil PCC dan 18 karyawannya kini ditahan di Mapolda Jateng. Mereka menjalani pemeriksaan guna penyelidikan lebih lanjut. Pihaknya juga telah mengambil sampel barang bukti pil PCC untuk dibawa ke Laboratorium Mabes Polri Cabang Semarang. Selain itu, barang bukti berupa kendaraan yang dipakai untuk sarana kejahatan juga telah diamankan.

“Ada 5 kendaraan yang sudah kita sita. Kita juga telah mengambil sebagian barang bukti lain untuk sampel,” jelasnya.

Menurut Agus, sebagian besar barang bukti masih berada di rumah di Jalan Halmahera Raya No 27 dan belum diangkut petugas. Namun demikian, baik pabrik di Semarang maupun Solo masih dalam penjagaan ketat petugas. “Ya, barang bukti masih ada yang di situ, termasuk alat mesin pembuatan. Ini masih dijaga anggota. Kalau yang di Semarang oleh Polrestabes Semarang. Kalau yang di Solo, anggota Polresta Solo,” bebernya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di rumah yang menjadi pabrik pil PCC di Jalan Halmahera Raya Nomor 27, tampak dua anggota Ditresnarkoba Polda Jateng, serta seorang anggota Polsek Semarang Timur tengah menjaga tempat tersebut.

“Kami jaga di sini dibagi dua shif, ada shif siang sama malam. Setiap kali jaga jumlahnya tiga personel. Dua dari Ditresnarkoba Polda Jateng, sama satu dari Polsek Semarang Timur,” ujar Brigadir Jaswadi, anggota Ditresnarkoba Polda Jateng saat bertugas mengamankan rumah tersebut, kemarin.

Penjagaan ini dimaksudkan untuk mengamankan barang bukti yang masih berada di dalam rumah tersebut. “Kami tidak dipegangi kunci rumah, jadi menjaga hanya di teras rumah. Kalau sampai kapan, belum tahu,” ujarnya.