Terima Tantangan, Keluar dari Zona Nyaman

Thomas Soegianto, General Manager Hotel Dafam Semarang

396

Dua puluh enam tahun sudah Thomas Soegianto berkecimpung di industri perhotelan. Tak berhenti belajar, berani berinovasi dan meluncurkan berbagai terobosan membawanya hingga posisi General Manager.

Thomas muda sebetulnya mengidamkan berkarya di perusahaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya, yaitu teknik. Namun demikian, meski telah lolos seleksi di sebuah perusahaan impian, Thomas akhirnya memutuskan mundur karena saat itu orangtua meminta untuk bekerja tidak di luar Semarang.

“Lulus STM, sekitar tahun 1990 akhirnya saya masuk di industri perhotelan sebagai teknisi,” ujar General Manager Hotel Dafam Semarang ini saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, baru-baru ini.

Sembari bekerja, pria asli Semarang ini juga melanjutkan kuliah di bidang teknik dan ekonomi. Lulus dari dua jurusan tersebut, Thomas berniat mengabdikan diri sebagai guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun lagi-lagi ternyata ia lebih berjodoh pada dunia perhotelan. Berbekal ilmu yang didapat di bangku kuliah serta pengalaman di lapangan tersebut, kariernya terus berkembang.

“Saya sempat dikirim ke Manado, masih sebagai teknisi, tapi sesekali juga diminta incharge sebagai GM. Di hotel tersebut saya banyak belajar ilmu manajerial,” ujarnya.

Setelah itu, Thomas bergeser ke beberapa hotel di bawah manajemen luar. Masih sebagai teknisi, selain mendapat berbagai ilmu dan pengalaman, pria yang memegang filosofi Tut Wuri Handayani ini juga mendulang cukup banyak prestasi.

Mulai dari tiga kali berturut-turut dinobatkan sebagai The Best Chief Engineer se-Malaysia, Singapura dan Indonesia hingga membawa hotel tersebut dengan predikat The Best Saving Energy dengan cakupan se-Asia Pasifik. Hingga sampailah ia pada posisi General Manager, meskipun dengan latar belakang awal sebagai teknisi.

“Kuncinya terus belajar, menantang diri sendiri untuk keluar dari zona nyaman. Karena kalau terus berada di posisi aman dan nyaman, tidak akan ada peningkatan. Dengan berada di posisi yang tidak aman, kita juga akan berpikir keras untuk mencari solusi dan penyelesaian dari berbagai tantangan yang dihadapi,” ujarnya.

Satu lagi, bersyukur. Meski tidak berada di jalur yang direncanakan semula. Bagi Thomas, industri perhotelan juga tidak kalah seru dan menantang. “Tiap hari saya bertemu dengan banyak orang dengan latar belakang dan wawasan yang berbeda. Dari situ saya dapat banyak ilmu,” ujarnya. (dna/ric)