Jaga Perdamaian dan Kenalkan Budaya

383
PERKASA : Sejumlah prajurit Yonif Raider 400/BR memperagakan keahlian bela diri di sela Pelapasan keberangkatan Satgas Yonmek Konga TNI XXIII-L/UNIFIL Main Body Yonif Raider 400/BR di Mako Yonif Raider 400/BR. (Adityo dwi/jawa pos radar semarang)
PERKASA : Sejumlah prajurit Yonif Raider 400/BR memperagakan keahlian bela diri di sela Pelapasan keberangkatan Satgas Yonmek Konga TNI XXIII-L/UNIFIL Main Body Yonif Raider 400/BR di Mako Yonif Raider 400/BR. (Adityo dwi/jawa pos radar semarang)

SEMARANG – Sebanyak 427 prajurit Yonif Raider 400/BR mendapatkan kehormatan bertugas sebagai peace keeper atau pasukan penjaga perdamaian. Mereka bersifat imparsial di bawah bendera PBB dengan tidak memihak ke salah satu kelompok yang bertikai.

Tugas ini merupakan sebuah kehormatan bagi prajurit Yonif Raider 400/BR karena tidak semua satuan dan tidak semua prajurit mempunyai kesempatan untuk berangkat menunaikan misi perdamaian dunia.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto menekankan agar prajurit dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan senantiasa berpegang teguh pada jatidiri TNI.

“Sikap dan perilaku yang dilakukan selama bertugas merupakan cerminan kualitas TNI di hadapan tentara negara lain. Untuk itu jaga nama baik TNI khususnya dan negara umumnya di mata dunia internasional. Dan ingat, Merah Putih di lengan kirimu merupakan tanda bahwa kalian duta negara Indonesia,” ungkap Pangdam usai melepas keberangkatan Satgas Yonmek Konga TNI XXIII-L/UNIFIL Main Body Yonif Raider 400/BR di Mako Yonif Raider 400/BR, Jumat (1/12)

Sebelum bertugas di Lebanon, prajurit sebelumnya telah melaksanakan latihan selama satu bulan untuk mempelajari bahasa dan memahami budaya negara tempat tujuan penugasan. Sehingga diharapkan pelajaran dan pengalaman tersebut dapat menjadi pedoman dan diaplikasikan pada penugasan.

Selain melaksanakan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian, tambahnya, para prajurit Yonif Raider 400/BR mengemban misi sebagai duta negara Indonesia untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia internasional. Sehingga diharapkan mampu menampilkan budaya Indonesia secara menarik dan dapat menghibur masyarakat setempat.

Ditambahkan oleh Panglima bahwa pengiriman pasukan perdamaian Indonesia itu telah dimulai sejak tahun 1957 yaitu Kontingen Garuda pertama ke Mesir, hingga saat ini misi ke 23-L.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam berpesan kepada seluruh prajurit agar melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing secara proporsional dan profesional sesuai koridor dan aturan yang telah ditentukan oleh PBB. (hid/ric)