413 Atlet Ambil Bagian

Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Usm Lawang Sewu Cup 2017

1031
PENYISIHAN DINI: Pertandingan Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis USM Lawang Sewu Cup 2017 Jumat sore kemarin memainkan seluruh penyisihan tunggal pradini putra dan tunggal dini putra madya. (TAUFIQ RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYISIHAN DINI: Pertandingan Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis USM Lawang Sewu Cup 2017 Jumat sore kemarin memainkan seluruh penyisihan tunggal pradini putra dan tunggal dini putra madya. (TAUFIQ RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEMENANGAN PERTAMA: Rico Damiri dari USM BC mearih kemenangan di penyisihan awal tunggal anak putra madya melawan Satria Bimantara (Pendowo).
KEMENANGAN PERTAMA: Rico Damiri dari USM BC mearih kemenangan di penyisihan awal tunggal anak putra madya melawan Satria Bimantara (Pendowo).

SEMARANG – Sebanyak 413 atlet bulutangkis usia pradini hingga pemain kelas veteran, ikut ambil bagian dalam kejuaraan Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis USM Lawang Sewu Cup 2017, yang digelar mulai Jumat (1/12) kemarin di di gedung olahraga (GOR) Prof Sudarto, kompleks kampus Universitas Semarang (USM), jalan Arteri Semarang.

Dari data pertandingan, sebanyak 70 peserta diantaranya merupakan atlet tuan rumah dari klub USM. Meliputi 36 pemain dari Perkumpulan Bulutangkis (PB) USM Jaya Semarang dan 34 pemain dari USM BC Semarang.  Jumlah tersebut termasuk klub terbanyak yang menyertakan atletnya pada kejuaraan seri kedua ini. Selain, USM, klub lainnya yang juga menurunkan banyak pemain yaitu Gatra Pino Semarang (36 pemain) dan Pendowo Semarang (31 pemain).

Ketua Panitia Pertandingan, Suwardito, mengatakan, jumlah peserta pada kejurkot seri kedua di tahun 2017 ini relatif banyak. Tidak berbeda – dari kejuaraan sebelumnya. “Kejurkot Lawang Sewu ini fokusnya lebih banyak ke pertandingan pemain lokal semarang. Hampir sama Lawang Sewu Cup tahun kemarin. Tapi kalau dibandingkan Walikota Cup memang sangat beda, itu pertandingan open Jateng – DIJ yang kemudian ditingkatkan jadi open Nasional,” paparnya kemarin disela pertandingan.

Sementara, klub bulu tangkis di karesidenan semarang yang ikut tampil, antara lain Merah Putih dan Prestasi dari Weleri (Kendal), Hamas, Madani, SBR dari Kendal, Glory dan Rajawali dari Salatiga, Mitra Forza Purwodadi. Suwardito menambahkan, peserta luar Kota Semarang yang mengikuti kejuaraan ini sifatnya undangan. “Pemain luar itu kota hanya boleh main di tingkat utama saja, kelas madya untuk lokal,” katanya.

Ketua Umum Pengkot PBSI Semarang, Doddy Kridasaksana, memaparkan, Kejurkot sebagai program wajib pencab PBSI meruapakan sarana efektif dalam pembibitan dan pembinaan. Karena itu, banyaknya kejuaraan yang dilangsungkan di kota semarang ini akan memacu lahirnya pemain tangguh. Tidak hanya handal di kejuaraan lokal, tapi juga mampu bersaing ke lar daerah. Seperti ajang Kejurprov ataupun Kejurnas.

“Kami terus bersinergi dengan klub–klub bulutangkis pembina atlet muda, agar banyaknya kesempatan bertanding di semarang ini betul-betul dimanfaatkan. Janganlah gengsi kalau kalah tidak ikut lagi, justru menjadi semangat untuk evaluasi dan meningkatkan kemampuan,” terangnya. (fiq/bas)