PLN Surplus Daya 1000 Megawatt 

579
KEMBANGKAN USAHA: Manajer Area PLN Demak, Ahmad Samsuri bersama Manajer PLN Area Jateng DIJ Suparyanto didampingi Sekda dr Singgih Setyono MMR melakukan MoU dengan para calon investor di Demak. (WAHIB PRIBADI/BASKORO SEPTIADI)
KEMBANGKAN USAHA: Manajer Area PLN Demak, Ahmad Samsuri bersama Manajer PLN Area Jateng DIJ Suparyanto didampingi Sekda dr Singgih Setyono MMR melakukan MoU dengan para calon investor di Demak. (WAHIB PRIBADI/BASKORO SEPTIADI)

DEMAK – Keberadaan listrik menjadi sangat vital untuk mencukupi kebutuhan energi sehari hari, termasuk untuk perusahaan. Di Jateng, surplus daya listrik mencapai 1000 Megawatt. Kelebihan daya ini bisa dimanfaatkan oleh perusahaan yang sedang mengembangkan diri atau berinvestasi diwilayah Jateng, termasuk di Demak.

Di Demak, sudah ada 10 perusahaan yang telah MoU dengan PLN terkait pemanfaatan energi listrik tersebut. Dari perusahaan itu, setidaknya dibutuhkan 20 Megawatt. Demikian disampaikan Manajer PLN Area Demak-Grobogan, Ahmad Samsuri disela  MoU antara pelanggan dengan PLN di Pendopo, kemarin.

Menurutnya, PLN siap mencukupi kebutuhan investor serta masyarakat hingga pelosok pedesaan. “Kita lebih agresif juga melakukan penyambungan listrik ke desa desa,” ujar Samsuri yang sebelumnya bertugas di PLN Mamuju, Sulawesi Barat tersebut.

Kesiapan PLN tersebut juga disampaikan Manajer PLN area Jateng DIJ, Suparyanto. Dia menuturkan, ketersediaan daya listrik di Pulau Jawa dinilai masih aman dengan kode status hijau. “Surplus 1000 Megawatt ini cukup besar dan mencukupi kebutuhan energi yang diperlukan termasuk bagi calon investor yang mendirikan perusahaan baru,” katanya.

Energi listrik di Jateng antara lain dipasok dari pembangkit PLTU Batang dan Tanjungjati B Jepara.  Meski melimpah, PLN juga dituntut untuk lebih melakukan efisiensi. Sebab, PLN juga mempunyai hutang yang cukup besar untuk pembiayaan investasi jaringan dan pembangkit. “Intinya, PLN Demak mendukung program investasi dengan cara penyediaan daya listrik yang dibutuhkan investor,” katanya.

Sekda Pemkab Demak, dr Singgih Setyono MMR mengatakan, ketersediaan daya listrik oleh PLN dinilai sangat membantu Pemkab Demak dalam menarik investor untuk menanamkan modalnya di Kota Wali. “Selain listrik, PDAM juga siap membantu membangun instalasi pengolahan air untuk kawasan industri di Sayung. Airnya diambilkan dari Sungai Wonokerto. Itu bagian dari langkah Pemkab untuk mensupport investasi berjalan dengan baik di Demak ini,” ujarnya.

Dr Singgih menambahkan, dari sisi infrastruktur Demak sudah lama siap. Bahkan, dibandingkan daerah lain, infrastruktur jalan di Demak jauh lebih baik dengan sistem betonisasi.”Untuk lahan investasi berapapun kita siapkan.Kita sudah siapkan 1.800 hektare untuk zona industri yang sesuai Perda RT/RW. Bahkan, bisa sampai 6 ribu hektare,” katanya.

Menurutnya, adanya investasi tersebut akan membantu Pemkab Demak dalam mengurangi kemiskinan. Karena itu, pemkab tidak akan membebani apapun kepada investor. “Kita (pemkab) tidak akan pernah mengganggu dengan neko-neko. Karena itu, silahkan para investor berinvestasi di Demak,” katanya. (hib/bas)