Patra Jasa Rugi Rp 7, 9 M

508

SEMARANG-Hotel Patra Jasa Semarang ternyata mengalami kerugian hingga Rp 7,9 miliar dalam sebulan. Setelah dilakukan audit oleh Satuan Pengawas Internal (SPI) anak perusahaan PT Pertamina.

Hal tersebut terungkap dalam sidang gugatan dua mantan karyawan Hotel Patra Jasa yang dipecat tanpa pesangon, dalam agenda sidang kesimpulan di Pengadilan Hubungan Industrial Semarang, Kamis (23/11) kemarin.

Kedua mantan pegawai Hotel Patra Jasa masing-masing Syahfitrie Kurniawati yang sebelumnya menjabat sebagai Sales Marketing Manager dan M Yunus yang sebelumnya merupakan Room Division Manager. Keduanya menggugat Patra Jasa karena telah diberhentikan hubungan kerjanya (PHK) tanpa pasangon.

Agenda kesimpulan dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Nur Ali tersebut, kuasa hukum penggugat, Antonius Hadi Soetejo menjelaskan bahwa kerugian sebesar itu terjadi pada November 2016 berdasarkan surat dinas yang diterbitkan tergugat dengan Nomor 062/Dir.Keu-PJ/S/XII/2016. Namun dalam surat tersebut dijelaskan bahwa kedua penggugat merupakan orang yang bertanggung jawab atas terjadinya kerugian. “Hal tersebut merupakan fitnah yang keji dan mencemarkan nama baik penggugat,” kata Antonius.

Menurutnya, kliennya tidak bersalah karena menerima transferan uang sebesar Rp 50 juta yang merupakan uang diskon kepada konsumen atas suatu kegiatan yang pernah digelar di hotel tersebut. Pasalnya, kliennya tidak pernah menikmati uang tersebut. “Dari hasil pemeriksaan SPI, penggugat dinilai bersalah menerima transferan uang, meski tidak pernah tahu proses transfer itu serta uang telah diberikan kepada konsumen yang dimaksud,” ujarnya.

Atas berbagai fakta yang terungkap di persidangan tersebut, penggugat meminta hakim mengabulkan permohonan dalam perkara tersebut. Kedua penggugat, masing-masing Syahfitrie menuntut pembayaran pesangon sebesar Rp 203,8 juta, sementara M Yunus menggugat pesangon sebesar Rp 216,7 juta. Dalam gugatan tersebut juga dimintakan sita jaminan sejumlah aset milik anak perusahaan Pertamina itu.

Sementara itu, kuasa hukum Hotel Patra Jasa Semarang, Ricardo Sinaga yang ditemui usai sidang enggan berkomentar. “Maaf saya tidak berkomentar,” katanya singkat. (jks/ida)