Pertahankan Predikat Kota Paling Toleran

579
JAGA TOLERANSI: Ketua FKUB Kota Salatiga berbagi cendera mata dengan perwakilan FKUB dari kota Singkawang, kemarin. (Dhinar sasongko/radar semarang)
JAGA TOLERANSI: Ketua FKUB Kota Salatiga berbagi cendera mata dengan perwakilan FKUB dari kota Singkawang, kemarin. (Dhinar sasongko/radar semarang)

SALATIGA – Dua kota yang dinobatkan sebagai kota paling toleran se-Indonesia oleh Yayasan Setara Institute saling bertemu. FKUB Kota Singkawang berkunjung ke Kota Salatiga. Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Badan Kesbangpol Pemerintah Kota Singkawang diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Salatiga di ruang Plumpungan Sekretariat Daerah Kota Salatiga, Rabu (22/11).

Wakil Wali Kota Salatiga, Muh Haris memberikan sambutan selamat datang kepada segenap rombongan didampingi oleh ketua FKUB Kota Salatiga,Nur Rofiq. Selanjutnya, Muh Haris menjelaskan karakteristik penduduk Kota Salatiga yang terdiri dari 6 agama dan aliran kepercayaan serta lebih dari 30 etnis yang berbeda.

“Di Kota Salatiga, kerukunan di atas perbedaan ini selalu kita junjung tinggi.  Bagi kami, NKRI adalah harga mati sehingga perbedaan bukan menjadi masalah melainkan sumber kekayaan Kota Salatiga,” lanjut Muh Haris.

Menanggapi sambutan Wali Kota Salatiga, Kepala Badan Kesbangpol Kota Singkawang, Sofian Fahri yang didampingi oleh ketua FKUB Kota Singkawang, Bahruddin mengungkapkan bahwa Kota Singkawang memiliki beberapa persamaan dengan Kota Salatiga.

Di antaranya keragaman suku dan etnis sehingga Kota Singkawang juga dijuluki sebagai kota miniatur Indonesia. Beranjak dari hal tersebut, FKUB Kota Singkawang bermaksud untuk bertukar pikiran dengan FKUB Kota Salatiga terkait upaya pembinaan umat beragama dalam rangka menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam perbedaan.

Dengan ini diharapkan Kota Singkawang dan Kota Salatiga dapat terus menjaga sikap toleransi diantara masyarakatnya dan mempertahankan predikat kota paling toleran se-Indonesia. (sas/lis)