Bawa Ikan Goreng Isi Sabu

Pengunjung PN Diamankan

603
TANGKAP BASAH : Wanita berkacamata saat diintrogasi petugas gabungan dari Polrestabes Semarang dan Kejari Kota Semarang. (Ist)
TANGKAP BASAH : Wanita berkacamata saat diintrogasi petugas gabungan dari Polrestabes Semarang dan Kejari Kota Semarang. (Ist)

SEMARANG-Seorang wanita yang sedang berkunjung ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang, terpaksana diamankan petugas karena membawa sabu seberat 2 gram. Sabu ini dimasukkan ke dalam bungkus permen Antangin kemudian dimasukkan ke dalam selipan makanan ikan goreng yang dibungku dengan plastik. Rencananya makanan itu akan diberikan kepada seorang terdakwa bernama Arif Junaedi.

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Awalnya wanita bertubuh gemuk, berkacamata dengan celana jeans dan baju bergaris tersebut hendak mengelabuhi petugas tahanan gabungan dari tim Satwa Polrestabes Semarang dan Kejari Semarang, paket sabu yang sudah dimasukkan dalam plastik tersebut pertama dititipkan petugas tahanan, kemudian petugas memeriksa dan menemukan ikan goreng isi sabu.

“Bungkusan makan siang itu hendak diberikan Arif Junaedi, tahanan PN Semarang yang sedang menunggu sidang kasus narkoba. Pengakuan pelaku, sabu itu akan diberikan ke Nico, penghuni Lapas Kelas IA Kedungpane,” kata anggota Unit Satwa Polrestabes Semarang Bripka Rudhy Setiawan yang sedang ditugaskan menjaga tahanan di PN Semarang, Selasa (21/11).

Atas penangkapan itu, lanjut Bripka Rudhy, wanita tersebut langsung dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Petugas jaga tahanan lainnya, Aipda Tony mengaku awalnya tidak mengira bahwa nasi bungkus yang diberikan ke tahanan berisi sabu. Upaya wanita itu berhasil digagalkan karena kesigapan petugas Satresnarkoba yang sudah menunggu lama.

“Satu paket sabu ada di dalam ikan, satu paket lainnya di dalam bungkus permen. Selain itu juga ditemukan bong kaca di dalam bungkusan makanan itu,” sebutnya.

Berdasarkan catatan koran ini, sudah beberapa kali petugas menggagalkan usaha penyelundupan barang terlarang ke penghuni ruang tahanan PN Semarang. Batas pemisah ruang tahanan dengan pengunjung perlu ditinggikan untuk mempermudah pengawasan.

“Kita selalu cek barang-barang yang mau diberikan ke tahanan. Kami berharap pengadilan meninggikan batas pengunjung agar penyelundupan bisa diminimalisir lebih dini,” imbuh petugas tahanan dari Kejari Kota Semarang Sarjono. (jks/zal)