Tour Leader jadi Tersangka

Kasus Travel Wisata Pikatan Water Park

748
Fransisca Juwariyah. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
Fransisca Juwariyah. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—Kasus dugaan penyelewengan dana perusahaan di Unit Tour and Travel PD Bhumi Phala (pengelola wisata Pikatan Water Park) bertambah satu orang. Terbaru, Kejaksaan Negeri (Kejari) Temanggung menetapkan Indriyawati selaku leader tour and travel. Perempuan yang tengah hamil tua itu, mendekam di sel Rutan Kelas II Temanggung.

“Berdasarkan pengembangan kasus, kami telah menetapkan saudara I (Indriyawati) sebagai tersangka dan telah kami titipkan di Rutan Kelas II Temanggung beberapa hari lalu,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Temanggung, Suheli, Senin (20/11) kemarin.

Sebelumnya, Kejari telah menetapkan mantan Direktur PD Bhumi Phala Temanggung, Raharja Tri Kumuda (RTK) dan Kepala Unit (Kanit) Tour and Travel PD Bhumi Phala, Harya Wiraputra (HW) sebagai tersangka kasus ini.

Suheli melanjutkan, berdasarkan pengakuan HW, biaya trip ke Bangka Belitung, Medan, dan Makasar sebesar Rp 450 juta. Dari duit Rp 450 juta tersebut, Rp 250 juta ditransfer ke rekening pribadi HW. Sedangkan Rp 200 juta dipakai atau dipinjam oleh Indriyawati.

“HW sudah mengaku telah menggunakan uang Rp 250 juta tersebut, bukti transferan ada dan jelas. Sedangkan I, hingga saat ini, belum mengakui. Padahal, bukti-bukti sudah cukup jelas. Sudah ada dua alat bukti. Persoalan dia belum mengaku, itu hak dia (I), namun kita tetap menyidik hingga tuntas,” beber Suheli.

Masih menurut Suheli, tersangka Indriyawati pada Sabtu (18/11) lalu, terjatuh saat berada di dalam sel Rutan. Padahal, yang bersangkutan tengah hamil tua. Untuk menjamin kesehatan tersangka dan demi unsur kemanusiaan, Kejari merujuk Indriyawati ke RSUD Temanggung. “Saat ini yang bersangkutan tengah menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD. Jika sudah pulih kembali, nanti kita bawa lagi ke Rutan,” janji Suheli.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Temanggung, Fransisca Juwariyah menuturkan, hingga saat ini pihaknya telah menghadirkan 35 saksi dari 40 saksi yang akan dimintai keterangan. “Mereka (35 saksi), berasal dari internal atau karyawan PD Bhumi Phala, Setwan DPRD Temanggung dan beberapa sekolah yang telah menggunakan jasa tur.”

Fransisca memastikan, berkas kasus dugaan korupsi biro perjalanan Tour and Travel PD Bhumi Phala, akan selesai. Selanjutnya, berkas kasus dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang pada awal Desember.

“Target kita, awal Desember sudah dilimpahkan. Mengingat tahanan di Rutan Kelas II Temanggung sudah penuh. Selanjutnya, kita akan menangani kasus lain, yakni dugaan korupsi BKK Pringsurat.” (san/isk)