Disorot, Fasilitas di Kyai Langgeng

Atap Kolam Renang Jebol, Loket Kotor

478
MEMANJAT: Anggota Komisi B DPRD Kota Magelang terpaksa memanjat pagar pembatas karena jalur untuk jalan cukup jauh saat sidak di Taman Kyai Langgeng Kota Magelang, Senin (20/11) kemarin. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)
MEMANJAT: Anggota Komisi B DPRD Kota Magelang terpaksa memanjat pagar pembatas karena jalur untuk jalan cukup jauh saat sidak di Taman Kyai Langgeng Kota Magelang, Senin (20/11) kemarin. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG– Sejumlah fasilitas penunjang di objek wisata (OW) Taman Kyai Langgeng Kota Magelang, kondisinya memprihatinkan. Utamanya, di kawasan wisata kolam renang yang juga dinilai membahayakan pengunjung.

Temuan itu terungkap saat Komisi B DPRD Kota Magelang melakukan sidak lapangan, meninjau objek wisata yang menjadi kebanggaan wong Magelang tersebut, Senin (20/11) kemarin.

“Itu ada beberapa keramik lantai yang nampaknya masih baru kok sudah mengelupas. Di beberapa tempat, bahkan ada yang menggelembung. Kalau tidak salah, itu masih baru dibangun tahun lalu. Terus untuk fasilitas kamar bilas buat perempuan, juga kurang representatif. Mohon untuk dibenahi,” sentil Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang, Nella Karnella di sela-sela sidak. Wakil Ketua DPRD Kota Magelang, Titik Utami juga turut dalam rombongan.

Nella juga meminta pengelola Taman Kyai Langgeng untuk mengubah rute menuju wahana dirgantara dan kolam renang, dengan model tangga. Sebab, kata Nella, dengan kondisi jalan yang menurun, sangat membahayakan pengunjung. “Kami juga meminta batas kolam renang antara dewasa dan anak-anak bisa lebih terlihat,” tuntut Nella.

Anggota komisi B lainnya, HIR Jatmiko, meminta pengelola segera mengganti atap peneduh di beberapa tempat wahana kolam renang yang sudah rusak. “Itu beberapa atap peneduh rusak dan malah belum diganti. Kondisi loket kolam renang juga sangat kotor. Bagian atap, banyak eternit jebol. Itu dicatat untuk diperbaiki,” kritik Jatmiko.

Selain itu, Jatmiko mendengar bahwa tenaga keamanan di Taman Kyai Langgeng jumlah personelnya kurang. Dengan luas mencapai 28 hektare, kata Jatmiko, paling tidak idealnya tenaga keamanan sekitar 25 orang, dengan sistem shif.

“Laporan yang ada, Kyai Langgeng memiliki 3 regu, di mana masing-masing regu berisi 6 personel saja. Idealnya, setiap personel mengawasai 1-2 hektare wilayah. Jadi, harus ada sekitar 25 personel. Terlebih, ada area yang belum terpagari sehingga rawan.”

Pada APBD 2017, beber Jatmiko, Taman Kyai Langgeng mendapat anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk pengembangan dan pemeliharaan wahana.

Jika membutuhkan tambahan anggaran, lanjut Jatmiko, bisa diajukan di rencana anggaran. “Pengajuan personel keamanan juga bisa, karena semua untuk menjaga citra wisata di Kota Magelang.” Beberapa fasilitas yang kondisinya memprihatinkan, pinta Jatmiko, harus segera dibenahi.

Direktur PD Objek Wisata Taman Kyai Langgeng, Edi Susanto, berjanji akan menindaklanjuti beberapa catatan yang disampaikan komisi B.

“Segera kami tindaklanjuti. Karena memang tahun ini kami sedang membenahi Taman Kyai Langgeng.” Sebelumnya, rombongan komisi B juga sidak di PDAM Kota Magelang dan berdialog dengan beberapa warga yang sedang mengantre membayar tagihan air PDAM. (cr3/isk)