Eks Pegawai Gugat Hotel Patrajasa

515

SEMARANG– Hotel Patra Jasa Semarang digugat dua mantan pegawainya yang di PHK (pemutusan hubungan kerja) tanpa pesangon ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Kuasa hukum dua mantan pegawai Hotel Patra Jasa, Daniel Hari Purnomo mengatakan, kliennya yang mengajukan gugatan tersebut masing-masing Syahfitrie Kurniawati Hamumpuni yang menjabat sebagai Sales Marketing Manager dan M.Yunus yang sebelumnya merupakan Room Division Manager di hotel tersebut.

“Para penggugat ini sudah tidak bekerja sejak akhir Desember 2016 hingga saat ini tanpa pesangon,” kata Daniel kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (19/11).

Ia mengatakan, ada beberapa alasan yang menyebabkan dua penggugat dan tiga rekan kerjanya yang lain akhirnya dipecat. Untuk Syahfitrie dianggap bersalah karena menerima transferan uang sebesar Rp 50 juta yang merupakan uang diskon kepada konsumen atas suatu kegiatan yang pernah digelar di hotel tersebut.

“Dana itu seharusnya diberikan secara tunai, namun karena penggugat sedang ada di luar kota sehingga harus ditransfer,” jelasnya.

Atas temuan Satuan Pengawas Internal (SPI) Hotel Patra Jasa tentang hal tersebut, penggugat kemudian diperiksa dan dijatuhi sanksi. Alasan lain, pemberhentian itu adalah, kedua kliennya dinilai merugikan perusahaan berdasarkan hasil audit SPI. Anehnya, lanjut Daniel, sebelum akhirnya berhenti bekerja, kliennya sempat didemosi dari jabatan awalnya.

“Kami sudah melakukan upaya perundingan, baik bipartit maupun melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kota Semarang, tapi tidak membuahkan hasil titik temu, akhirnya melakukan gugatan,”tandasnya.

Atas gugatan itu, keduanya masing-masing Syahfitrie menuntut pembayaran pesangon sebesar Rp 203,8 juta, sementara M.Yunus menggugat pesangon sebesar Rp 216,7 juta. Bahkan dalam gugatannya juga dimintakan sita jaminan sejumlah aset milik anak perusahaan Pertamina tersebut.

Dari keterangan website resmi PN Semarang yakni: “http://sipp.pn-semarangkota.go.id /index.php/detil_perkara, gugatan tersebut tercatat dengan nomor perkara: 29/Pdt.Sus-PHI/2017/PN Smg, saat ini jadwal sidangnya sudah memasuki agenda penyerahan kesimpulan dari para pihak.

Dalam pokok perkaranya baik, Syahfitrie Kurniawati Hamumpuni dan M.Yunus meminta hakim mengabulkan gugatan yang diajukan untuk seluruhnya, dan meminta majelis hakim menyatakan Patrajasa telah melakukan perbuatan yang melanggar hukum ketenagakerjaan yang berlaku, yaitu melakukan PHK dengan alasan yang tidak berdasar hukum, sehingga patut pula dinyatakan Patrajasa telah melakukan PHK secara sepihak. (jks/zal)