SEMARANG – Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang terus meningkatkan kapasitas kelembagaannya sebagai kampus berbasis entrepreneur, salah satunya dengan menggelar berbagai inovasi teknologi mahasiswa dan berbagai produk kerajinan hingga kuliner yang semuanya merupakan produk mahasiswa Unisbank, Kamis (26/10) siang kemarin.

Selain itu juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk  membangun bisnis berbasis inovasi yang berkelanjutan melalui Semai Bisnis Sukses (SBS) Unisbank.

Manajer Inkubator Bisnis Teknologi Unisbank Semarang, Yeye Susilowati mengatakan, inkubator bisnis merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis yang telah dirintis oleh mahasiswa atau masyarakat umum. Pengembangan inkubator bisnis ini sesuai dengan Perpres 27 Tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Kewirausahaan.

“Acara ini digagas untuk memfasilitasi produk inovasi teknologi oleh mahasiswa Unisbank agar disuport oleh investor dan juga lembaga perbankan. Berbagai produk inovasi teknologi ini sangat bermanfaat guna pengembangan UMKM di Jawa Tengah,” jelasnya.

Ketua Pusat Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan (P2BK) Unisbank, Fitika Andraini menambahkan, saat ini ada 20 tenan yang didampingi oleh SBS Unisbank, dimana 6 diantaranya adalah produk inovasi teknologi, seperti mesin pencabut bulu ayam, perajang krupuk, Hand Fork Lift, alat pewarna batik dan mesin pemotong sayur. “Selain itu juga ada bisnis produk kuliner oleh mahasiswa yang mendapatkan pendampingan, pembinaan hingga pengembangan bisnisnya,” tambahnya.

Rektor Unisbank Semarang Hasan Abdul Rozak, mengatakan, pihak kampus punya komitmen dan usaha untuk mengembangkan dalam bidang kewirausahaan. “Secara kelembagaan Unisbank mengharapkan kerjasama dengan lembagai mitra dapat lebih ditingkatkan, sehingga apa yang dilakukan Unisbank mampu menyumbangkan peningkatan ekonomi bangsa,” harapnya. (den/zal)