Baru 2 Personel Bersertifikat

Petugas Pemadam Kebakaran Pemkab

309

MUNGKID—Kondisi aparatur pemadam kebakaran di Kabupaten Magelang, masih belum ideal. Sebanyak 116 personel belum mengantongi keterampilan yang memadai, sesuai standar pelayanan minimal. Saat ini, baru ada 2 personel yang bersertifikat kualifikasi pemadam kebakaran.

Terkait hal itu, pada Senin (23/10) kemarin, di ruang Bina Karya Setda Kabupaten Magelang, berlangsung Bimtek Damkar l Kabupaten Magelang 2017. Bimtek dibuka oleh Asisten Ekobang Kesra Sekda Kabupaten Magelang, Agung Trijaya.

Agung menyampaikan, seorang petugas pemadam kebakaran, harus memiliki kemampuan yang memadai. “Yaitu, kemampuan untuk mencegah, mengendalikan, dan memadamkan kebakaran. Sekaligus, mampu dalam penyelamatan jiwa dan harta benda.”

Sebab, sambung Agung, tidak sembarang orang bisa melakukan aksi pemadaman. “Untuk itu, seorang petugas pemadam kebakaran harus dibekali keterampilan teknis melalui berbagai pelatihan dan bimbingan teknis agar memiliki kemampuan mumpuni.”

Pemkab Magelang sendiri telah berupaya membangun sejumlah pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK), dengan target 13 lokasi. Rencananya, juga akan menambah sarana mobilitas Unit Damkar, sebanyak 9 unit pada 2018. Sebelumnya, pada 2017, telah ada 7 lokasi WMK. Masing-masing di Kecamatan Grabag, Bandongan, Salaman, Muntilan, Tegalrejo, Salam, dan Tempuran.

Agung mengingatkan, peningkatan kapasitas bagi aparat pemadam kebakaran, merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Sebab, hal tersebut sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2009 tentang Standar Kualifikasi Aparatur Pemadam Kebakaran di Daerah.

Dikatakan, aparat pemadam kebakaran harus memiliki keterampilan sesuai standar kualifikasinya. Kemampuan yang harus dimiliki aparat pemadam kebakaran, antara lain, mampu menggunakan peralatan jenis hidran, mampu melaksanakan P3K/PPGD, serta tali temali untuk pengamanan dan penyelamatan korban. (jpg/isk)