Kampung Pelangi Segera Punya Kantong Parkir

361
BANGUN PARKIR : Para pekerja sedang menyelesaikan proyek pembangunan parkir yang lokasinya terpusat di bangunan baru. Targetnya Desember 2017 suah selesai (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BANGUN PARKIR : Para pekerja sedang menyelesaikan proyek pembangunan parkir yang lokasinya terpusat di bangunan baru. Targetnya Desember 2017 suah selesai (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG-Pengunjung Kampung Pelangi di Wonosari, Kelurahan Randusari, Semarang Selatan, hampir setiap hari membeludak. Hal itu menyebabkan kesemrawutan, karena belum memiliki kantong parkir. Saat ini, Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang berjanji segera menyelesaikan pembangunan kantong parkir di Kampung Pelangi.

Kepala Dinas Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang, Agus Riyanto mengatakan proses pembangunan kantong parkir, taman dan pusat kuliner di Kampung Pelangi segera diselesaikan dalam waktu dekat. “Nanti tempat parkir di Kampung Pelangi terpusat di bangunan baru. Targetnya selesai Desember mendatang,” kata Agus, Kamis (19/10) kemarin.

Dikatakannya, pembangunan ini tidak ada kendala berarti. Hanya saja, proses pembangunan berbarengan dengan normalisasi Kali Semarang yang terletak di depan Kampung Pelangi. “Tapi tidak ada masalah, di lapangan bisa dikoordinasikan,” katanya.

Sehingga kantong parkir ini nantinya segera bisa dimanfaatkan mengingat saat ini Kampung Pelangi belum memiliki kantong parkir. Selain itu, ada taman ruang terbuka hijau untuk memercantik kawasan tersebut. “Termasuk pusat kuliner. Jadi, pengunjung Kampung Pelangi bisa menikmati berbagai macam kuliner,” katanya.

Sedangkan untuk Kampung Pelangi, lanjut Agus, saat ini telah mencapai 90 persen yang dicat. Ditargetkan akhir 2017 telah mencapai 100 persen. “Target awal dulu, hanya 350 rumah yang dicat. Tapi sekarang sudah mencapai 500-an rumah lebih. Mengenai pemberdayaan, Pak Wali Kota sudah memerintahkan Dinas Koperasi untuk menyalurkan pinjaman lunak dalam pengembangan usaha warga di Kampung Pelangi. Dinas Pariwisata membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis),” katanya.

Selain itu, sebanyak 17 bangunan liar semi permanen yang sebelum menempati lahan bantaran sungai RW 4 Kampung Pelangi, akan dipersilakan untuk menempati bangunan baru. “Tetapi mereka harus membuka usaha jenis kuliner menyesuaikan konsep yang ditentukan oleh Pemkot Semarang,” katanya.

Ketua RW 4 Wonosari, Fajar Nugraha menjelaskan, pembangunan pusat kuliner Kampung Pelangi tersebut merupakan kelanjutan program pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, dalam rangka pengembangan destinasi wisata. “Mulai pertama pembangunan revitalisasi Pasar Kembang, kemudian Kampung Pelangi, dan sekarang pembangunan pusat kuliner di bantaran sungai RW 4 Wonosari,” katanya. (amu/ida)