Warga Waspada Banjir Susulan

Longsor di Purworejo, Jembatan Putus di Kebumen

352
SUDAH SURUT: Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad (kiri) saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Kebumen, pada Selasa (17/10) lalu, kemarin (Rabu, 18/10) banjir sudah mulai surut (HUMAS PEMKAB KEBUMEN UNTUK JP RADAR KEDU).
SUDAH SURUT: Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad (kiri) saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Kebumen, pada Selasa (17/10) lalu, kemarin (Rabu, 18/10) banjir sudah mulai surut (HUMAS PEMKAB KEBUMEN UNTUK JP RADAR KEDU).

PURWOREJO—Kondisi cuaca yang belum bersahabat, membuat warga Kebumen masih mengkhawatirkan terjadinya banjir susulan, meski banjir yang terjadi pada Selasa (17/19) lalu, pada Rabu (18/10) kemarin sudah mulai surut. Beberapa peristiwa longsor justru terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Purworejo dalam dua hari belakangan ini akibat intensitas hujan cukup tinggi. Selain rekahan tanah di Jalan Kemiri – Bruno, sejumlah  tebing juga longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, Boedi Hardjono menyampaikan, sebenarnya curah hujan di sebagian besar wilayah Purworejo, termasuk sedang. Hanya saja, intensitas hujan terjadinya dalam kurun waktu cukup lama.

“Kami imbau masyarakat terus waspada, terlebih masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana  longsor. Kesiagaan masyarakat harus lebih ditingkatkan, melihat hujan yang mengguyur  Purworejo kerap berlangsung lama,” kata Boedi kepada wartawan,  Rabu (18/10) kemarin.

BPBD mencatat, selama beberapa hari belakangan, terjadi longsor akibat derasnya hujan. Pamrihan, ungkap Boedi,  menjadi wilayah terparah dalam musibah longsor. Longsor juga terjadi di Giyombong dan lokasi lainnya. “Masih ada beberapa tempat lain yang mengalami kejadian serupa.”

BPBD Purworejo mencatat, ada tiga kejadian lain di luar kedua wilayah tersebut. Yakni, Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing; Desa Pelutan Kecamatan Gebang; dan Desa Wanurojo,  Kecamatan Kemiri. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Hanya menyebabkan beberapa kerusakan.”

Boedi merinci, ada satu infrastruktur rusak berat di Pamrihan, 1 rumah rusak di Desa Pelutan, dan satu  rumah rusak berat dan ringan di Giyombong. “Serta satu  rumah terancam ambruk di Donorejo.”

BPBD, sambung Boedi, telah melakukan assesment terhadap wilayah terdampak. “Kami juga sudah mengirimkan bantuan logistik yang diperlukan warga.” Upaya lain, personel BPBD bergabung dengan masyarakat,  melakukan pembersihan material longsoran. Juga perbaikan rumah-rumah terdampak. Pihaknya berharap  tidak terjadi lagi musibah longsor.

 Warga Waspada Banjir Susulan

Sementara itu, dari Kebumen dilaporkan, pasca-banjir besar pada Selasa (17/10) lalu, warga sejak kemarin mulai membersihkan rumahnya. Seperti dilakukan oleh  warga Desa Jatisari yang berada di Perumahan Jatisari Kebumen.

Riyanto, salah satu warga mengatakan, banjir mulai surut sejak Selasa (17/10) malam hingga Rabu (18/10) dini hari.  “Ada yang bersih-bersih sejak semalam dan ada yang pagi ini (kemarin). Suratmi, warga lainnya mengaku tetap waspada. Ia masih khawatir terjadi banjir susulan, karena kondisi cuaca di Kebumen masih sering hujan.

Pantauan media jaringan koran ini, hujan berintensitas tinggi di Desa Surotrunan, Kecamatan Alian, Kebumen, mengakibatkan beberapa bangunan fisik mengalami rusak. Salah satunya, jembatan Karangmaja yang menghubungkan Dukuh Karangsruni dan Dukuh Maja. Jembatan tersebut bisa dikatakan terancam putus. Tiang penyangga jembatan  ambles. “Ya, terancam putus,” kata Sholihudin, warga setempat, Rabu (18/10) kemarin. Oleh warga, untuk sementara jembatan tersebut  tidak digunakan. Warga terpaksa memutar agak jauh saat hendak menyeberang.  “Karena membahayakan, jembatan terpaksa ditutup.”