Diubah Total 100 Persen

Sulap Motor Tiongkok Bergaya Old School Chopper

1151
KEBANGGAAN : Wawan Junx Bakwan bersama motor Chunland 125 twin silinder miliknya yang dirombak habis (Foto-foto : Nurchamim/jawa pos radar semarang).
KEBANGGAAN : Wawan Junx Bakwan bersama motor Chunland 125 twin silinder miliknya yang dirombak habis (Foto-foto : Nurchamim/jawa pos radar semarang).

Tampilan motor asal Tiongkok yakni Chunland, 125 twin silinder dari pabriknya sudah sangar dan gahar. Namun di tangan modifikator asal Semarang, Wawan Junx Bakwan, pemilik Nerakatau Inc 69, yang terletak di Jalan Krakatau 2 Semarang, motor tersebut dibuat dengan konsep berbeda yakni Old School Chopper.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Wawan mengaku mengubah total motor miliknya beberapa waktu lalu karena terinspirasi dari Lemmy Kilmister pentolan grup band Motorhead yang meninggal dunia. Tak tanggung-tanggung, modifikasinya tersebut membawa dirinya menjadi juara II dalam ajang Suryanation 2017, region Jateng – DIY. “Inspirasinya dari Lemmy Kilmister yang merupakan idola saya, disini saya melakukan ubahan modifikasi hampir 100 persen,” katanya.

Setelah mendapatkan konsep dan inspirasi, Wawan mulai mempreteli motor kesayanganya dengan konsep yang sangat detail untuk menyesuakan dimensi dan proporsi motor agar pas dan enak dipandang. “Paling susah cari dimensi, kalau kepanjangan jelek, proporsi harus padat dan seimbang dari depan hingga belakang,” jelasnya.

Tanki dan fender ia ubah jadi custom dengan bahan galvanish cukup tebal sehingga terlihat kokoh. Sisi bar bagian belakang ia mengambil konsep devil tale, untuk lampu depan, fog lamp mobil tua yang menurutnya pas. Sementara bagian kemudi menggunakan setang tipe pendek yang juga dibuat custom.

“Konsep cat pada bodi, tanki saya mengacu model blink-blink chicano  blanked atau ala Mexico. Sistem pengecatannya menggunakan metal flag glitter dengan gold leaf dan silver leaf , dengan tambahan metode perwarnaan menggunakan permainan kuas,” paparnya.

Frame depan yang menggunakan versi asli, namun bagian belakang dilakukan ubahan total dengan model rigid atau tanpa suspensi. Sementara bagian suspensi depan menggubakan Livan Motor, namun ia memodifikasi berupa pembubutan dan pemolesan menjadi sistem ulir.

“Untuk tromol depan handmade dan brakeless. Tromol belakang menggunakan punya Megapro, dan menggunakan velg merek DID ukuran 17 inch bagian belakang dan 19 inch depan. Ban menggunakan model klasik dengan ukuran 17/400 bagian belakang dan 19/350 bagian depan,” bebernya.

Pada bagian mesin, Wawan masih pun menggunakan mesin asli karena ia percaya tenaganya yang besar. Agar berbeda dan sejalan dengan konsep,  ia memoles mesin agar lebih mengkilap serta melakukan tambahan grafir. Sementara bagian pembuangan ia menggunakan knalpot custom dengan model free flow pada bagian kanan dan kiri. “Untuk detailing pada bagian kabel, jok dan aksen lainnya saya menggunakan material kulit kemudian gambar dengan laser campur philograph,” ujarnya. (den/ric)