Pemuda Garda Depan Tangkal Radikalisme

421
CEGAH RADIKALISME : Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Agustina Wilujeng saat menyampaikan paparan dalam Dialog Pancasila “Unsur dan Ideologi Bangsa untuk Melawan Radikalisme” di Panti Marhaen, Jumat (13/10) (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang).
CEGAH RADIKALISME : Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Agustina Wilujeng saat menyampaikan paparan dalam Dialog Pancasila “Unsur dan Ideologi Bangsa untuk Melawan Radikalisme” di Panti Marhaen, Jumat (13/10) (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang).

SEMARANG – Kaum muda seperti remaja, pelajar, dan mahasiswa menjadi garda terdepan dalam gerakan melawan radikalisme di Indonesia. Paham radikalisme tidak boleh tumbuh, sebab penganut paham ini kerap berpegang teguh pada ideologi tertutup yang cenderung menganggap pahamnya paling benar dan paham yang lain salah.

Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Agustina Wilujeng mengatakan kaum muda harus terus-menerus diingatkan akan bahaya radikalisme. “Ini seperti yang dilakukan pramugari pesawat saat memperagakan simulasi keselamatan. Mereka tak lelah memberi simulasi walaupun penumpang mungkin sudah bosan,” katanya dalam Dialog Pancasila “Unsur dan Ideologi Bangsa untuk Melawan Radikalisme” di Panti Marhaen, Jumat (13/10).

Bendahara DPD PDI Perjuangan Jateng ini menambahkan, simulasi terus dilakukan tujuannya jika suatu hari pesawat mengalami kecelakaan, semua penumpang selamat. “Karena itu, mereka harus terus diingatkan, diberi pemahaman tentang radikalisme dan bahayanya terhadap kelangsungan bangsa dan negara di Indonesia,” paparnya pada Sosialisasi Empat Pilar (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945) yang diikuti oleh 150 lebih remaja, pemuda dan mahasiswa tersebut.

Politisi dari Dapil Jateng IV ini menegaskan kaum muda posisinya cukup penting karena mereka merupakan calon pemimpin bangsa. Karena itu, pihaknya selalu mendatangkan para remaja, pemuda dan mahasiswa dalam setiap agenda sosialiasi empat pilar, dengan peserta yang berbeda-beda. Dalam dialog tersebut hadir sebagai pembicara pengamat politik Undip Turtiantoro, pakar hukum Bona Ventura dan Soetjipto, dan moderator Ahmad Ridwan.

Menurut Agustina, virus radikalisme telah banyak menjangkiti kalangan remaja, pemuda, dan mahasiswa. Karena pihaknya pernah menemukan seseorang pemuda yang pikirannya sudah sangat radikal. Demi keutuhan NKRI, hal-hal semacam ini tidak bisa dibiarkan.

Turtiantoro menambahkan guna menangkal radikalisme, pemerintah perlu melakukan pembangunan secara adil dan proporsional. “Radikalisme diantaranya muncul karena ada kesenjangan di masyarakat. Ini tantangan yang harus dihadapi pemerintah,” paparnya.

Bona Ventura mengapresiasi MPR RI yang giat melakukan kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini. Kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk memahamkan tentang Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 serta membentengi rakyat dari radikalisme. Tentu masih ada banyak cari lain yang harus dilakukan untuk membersihkan radikalisme di negeri ini,” katanya. (ric)