Betonisasi Sebabkan Jalan Kalimas Barat Amblas

372
MENGUNDANG BAHAYA: Jalan Kalimas Barat, Tanah Mas, Semarang Utara yang mengalami amblas dan retak akibat proyek pembetonan (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
MENGUNDANG BAHAYA: Jalan Kalimas Barat, Tanah Mas, Semarang Utara yang mengalami amblas dan retak akibat proyek pembetonan (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG-Proyek betonisasi Jalan Kalimas Barat, Tanah Mas, Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara dikeluhkan warga. Pasalnya, proyek tersebut menyebabkan jalan amblas dan retak  sepanjang kurang lebih 100 meter.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, kerusakan terlihat pada beton yang berada di salah satu sisi dekat talud sudah retak akibat pergerakan tanah dari sheet pile yang mengalami kemiringan mencapai 70 sentimeter sepanjang kurang lebih 100 meter.

Saat ini, pihak kontraktor sudah melaksanakan pemadatan tanah di satu sisi jalan yang belum dilakukan betonisasi. Sementara di sepanjang jalan yang belum mengalami pembetonan, mengalami keretakan serupa, bahkan kondisinya lebih parah, karena memiliki kedalaman hingga 1,5 meter dengan lebar retakan mulai 5 – 20 sentimeter.

Salah satu warga yang terdampak retakan tersebut, Nanik Retnowati, 36, mengatakan, retakan awalnya belum sampai di depan rumahnya. Namun saat ia hendak mengantarkan anaknya sekolah sekitar pukul 06.00 kemarin, ia terkejut mendapati retakan yang cukup besar dan dalam hingga airnya terlihat.

Ya kaget, pagi-pagi saya tahunya. Kemarin siang belum, berarti kan malam kejadian retaknya. Karena tidak bisa dilewati ya saya inisiatif buat urug sendiri,” ungkap ibu dua anak ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (11/10).

Dirinya berharap, pihak kontraktor maupun Pemkot Semarang segera menindaklanjuti sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan membahayakan warga setempat. “Semoga cepet dibetulkan, taludnya juga udah kelihatan miring. Mungkin karena itu juga,” katanya.

Giarto, pekerja di kawasan tersebut mengatakan, sebelumnya pada minggu (8/10) lalu, tidak ada keretakan tanah di jalan yang sedang dilakukan pembetonan itu.

“Setelah hujan deras pada minggu malam, Senin paginya saat  mau berangkat kerja, saya lihat sudah ada retakan tanah yang cukup lebar. Sheet pile di saluran drainase juga mengalami kemiringan,” ujarnya.

Pria yang bekerja sebagai tukang bangunan di sekitar lokasi proyek Jalan Kalimas Barat ini mengakui, kawasan ini sudah tidak banjir pasca jalan ditinggikan. “Di bawah bongkahan tanah ada genangan air. Pada waktu minggu malam memang hujan lebat, mungkin itu penyebabnya,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminudin, mengakui, ada sedikit kendala dalam pengerjaan betonisasi di wilayah Tanah Mas, lantaran kondisi tanah yang tidak stabil pasca hujan mengakibatkan sheet pile mengalami kemiringan.

“Apalagi saat ini kondisi beton yang masih basah semakin memperparah beban tanggul penahan drainase di wilayah Tanah Mas. Saat ini, kontraktor akan tetap tanggung jawab dan memperbaiki kondisi jalan tersebut. Sejak 2 hari lalu hingga saat ini (kondisi tanah) stabil, karena tidak ada lagi pergerakan,” tandasnya. (tsa/aro)