Sambil Syuting, Mendaki Gunung Ungaran selama 10 Jam

Anti Mokah Klub, Kelompok Pendaki Gunung sekaligus Pembuat Film Pendek

686
HOBI SAMA: Christo Christian, Clarisa Inda, Nafisa Adinna, dan Sela Khurosidah saat mendaki Gunung Ungaran sambil membuat film pendek (DOKUMEN ANTI MOKAH KLUB).
HOBI SAMA: Christo Christian, Clarisa Inda, Nafisa Adinna, dan Sela Khurosidah saat mendaki Gunung Ungaran sambil membuat film pendek (DOKUMEN ANTI MOKAH KLUB).

Mendaki gunung sekaligus membuat film pendek merupakan dua hobi yang bertolak belakang. Namun Anti Mokah Klub mampu mengembangkan dua hobi tersebut secara bersamaan. Seperti apa?

CLARISA INDA OKTAVIANA

DIPERTEMUKAN oleh hobi yang sama, Christo Christian, Clarisa Inda, Nafisa Adinna, dan Sela Khurosidah akhirnya membentuk sebuah kelompok. Mereka memberi nama kelompoknya, Anti Mokah Klub. Kelompok ini terbentuk berawal dari aktivitas mendaki gunung yang mereka lakukan pada puasa Ramadan 2017 lalu. Mereka melakukan pendakian ke Gunung Ungaran. Pendakian ini tidak dilakukan semata – mata hanya untuk mendaki, namun mereka juga melakukan pembuatan film pendek.

“Kita memang kebetulan punya hobi sama, yakni membuat film pendek. Nah, saya berencana menggabungkan hobi saya ini dengan hobi saya satu lagi, yakni naik gunung. Saya ajak mereka, dan ternyata mereka bersemangat,” kata Christo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut penuturannya, Anti Mokah Klub sendiri memiliki arti yang dalam bagi mereka. Ia menjelaskan, klub ini lahir saat pendakian pertama yang memakan waktu hampir 10 jam lamanya. Pendakian ini dilakukan di bulan puasa yang mana menuntut mereka harus menahan haus dan lapar saat mendaki. “Tapi, teman-teman saya yang berpuasa tetap kuat alias tidak mokah (tidak membatalkan puasa, Red). Makanya, kami sepakat nama kelompok ini Anti Mokah Klub,” jelasnya.

Selain itu, pendakian ini menjadi tantangan tersendiri bagi anggota klub ini. Christo yang menjadi pria satu – satunya pun secara tidak langsung memaksa untuk lebih kuat dibanding dengan tiga teman perempuan lainnya.

“Sebenarnya mendaki Ungaran itu hanya memakan waktu 3-4 jam, sih. Cuma ini kan anggotanya banyak cewek. Jadi, lebih banyak istirahatnya. Lagi pula kita memang niatnya ndaki sambil ngambil video, jadi juga banyak berhenti untuk ngambil footage video gitu,” jelasnya.

Dari hasil pendakian ini, mereka berhasil membuat sebuah film pendek yang berjudul Ungaran Cantik. Dari film ini mereka mencoba untuk kembali berkaya dengan membuat film – film pendek lainnya yang bertema alam.

“Untuk sekarang mungkin fokus kita ke pegunungan dulu. Karena memang hobinya kan naik gunung ya. Jadi, buat film pendeknya juga tentang pegunungan. Tapi, juga ada rencana untuk membuat film pendek tentang alam – alam lain seperti laut mungkin, atau air terjun gitu,” katanya.

Ia pun berharap bahwa bagusnya alam Indonesia tidak hanya dijadikan anak muda sebagai tempat bermain alam, namun juga bisa membantu pemerintah Indonesia untuk mempromosikan keindahan alam Indonesia melalui media kreativitas yang ada, seperti halnya film dan lainnya. (*/aro)